The First

“But there is always a first time for everything” – Melissa de la Cruz.

Tanggal 5 November 2017 kemarin merupakan tanggal ulang tahun pernikahan saya dan S yang pertama. Yah kan katanya selalu ada kali pertama dalam setiap hal tapi kami berdua tidak ada keinginan untuk merayakannya secara mewah, mungkin karena tidak terbiasa melakukan hal seperti itu juga. Sejujurnya kami berdua cukup kaget, rasanya baru menikah kemarin kog ‘usianya’ sudah 1 tahun saja. Time flies so fast! Tambah kaget tapi senang ketika melihat HP di tanggal 5 November 2017 pagi karena beberapa teman mengirimkan ucapan happy anniversary kepada saya dan S. Kalian luar biasa! 😀

Beberapa bulan lalu kami berdua sempat berencana untuk liburan ke luar kota di bulan November ini tetapi rencana itu harus dibatalkan sebab ada masalah keuangan dadakan yang terjadi setelah S menjadi korban politik kotor dari segelintir pihak. Ceritanya panjang, too sensitive and confidential tapi intinya kami berdua harus memprioritaskan kebutuhan yang vital dan non-vital untuk beberapa waktu ke depan, apalagi kami juga sedang menantikan “si dia” yang ada di dalam perut saya sekarang. Iya, saya akhirnya merasakan hamil itu seperti apa. Usia kandungannya sudah masuk bulan kelima saat ini tetapi kami belum tahu jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan.

Sedikit cerita soal kehamilan ini, weird feeling sempat melanda saya di bulan-bulan awal. Baik saya dan S memang tidak menunda untuk segera memiliki anak tetapi saya kerap berpikir am I really ready for giving a birth and be a mother. Jadi ketika saya tahu soal kehamilan ini, saya hanya biasa saja, terpaku melihat dua garis di testpack dan gambar si baby ketika di-USG untuk pertama kalinya. Saya juga sempat dilanda kekhawatiran karena hamil di waktu – yang saya rasa – kurang tepat secara finansial. 

Maksudnya begini, selama ini saya dan S sudah mengatur keuangan khusus untuk persoalan hamil ini tetapi kami mendadak harus rela “disinggahi” oleh masalah keuangan karena politik kotor itu. Kasarnya mungkin kami akan menunda kehamilan ini dulu jika kami tahu akan diberikan masalah ini ’cause even money is not the most important thing in the world, you still need it to fulfill your needs. But then I realized that I should not act like that. Saya tidak mau otak saya dipenuhi oleh pemikiran buruk seperti itu terus-menerus karena tidak akan membawa dampak baik. Di sisi lain, saya seharusnya senang karena keinginan saya dan S untuk memiliki anak segera terwujud.

Back to our first anniversary, karena saya dan S memang suka hal simple jadinya kita berdua putusin untuk makan yang diinginkan saat itu. S memilih bubur Kamseng di wilayah Mangga Besar sedangkan saya memilih pasta di Pizza Marzano. Itu saja? Iya itu saja. Pesan buat yang belum nikah, kalau kamu doyan makan sebaiknya pilih pasangan yang sama-sama doyan makan juga karena makan bersama itu sesuatu yang simple tapi menyenangkan hehe.

This slideshow requires JavaScript.

Bubur Kamseng dan Pizza Marzanonya dimakan di 2 hari yang berbeda, dan S sempat-sempatnya mampir ke Delicious Bakery di wilayah Hayam Wuruk setelah pulang dari Kamseng. Entah kenapa, saya dan S suka mampir ke toko kue ini sejak dulu. Meskipun interiornya tergolong old-fashioned, tapi menurut kami rasa roti dan kue disana tetap enak seperti dulu. Harganya juga masih bersahabat mengingat sekarang sudah banyak toko kue berkonsep modern yang harga kuenya sudah jauh lebih mahal. S memutuskan untuk membeli 1 chocolate tartiseng katanya.

So S, saya ketik lagi yah seperti yang saya ketik di Instagram. I’ve enjoyed annoying you all this time and excited to keep do so in the future. Happy anniversary! Let’s hope he or she grows well and healthy inside 🙂

 

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

21 comments

  1. Yay, kayaknya belum nyucapin secara resmi ya g. Jadi….
    Happy Anniversay yahhh… Semoga “si dia” segera memberitahukan apakah “he” atau “she”. Jadi pemilihan benang dan model rajutan bisa cepat-cepat diputuskan #ups #peace 😀

    Like

  2. Happy 1st anniversary Wien!!! Semoga rejeki kalian berdua semakin lancar, semakin diberkahi pernikahannya, dan kalian makin kompak. aamiin

    Like

  3. Wien dan suami, selamat ulang tahun perkawinan yang pertama ya. Langgeng dan bahagia selalu sampai ujung waktu. Dan selamat untuk kehamilannya. Sehat senantiasa untuk Ibu, bayi dalam kandungan dan bapaknya juga dan lancar sampai saat persalinan tiba dan setelahnya. Kalo ngidam2, cusss langsung ke warung sebelah 😉

    Like

  4. Happy Anniversary! Aku jg lg hamil & suami udah mulai kuatir ttg bayar2 urusan lahiran. Based on my experience (ngeliat teman yg kaya raya), no matter how rich you are, kekuatiran masalah finansial akan selalu ada, kok. Klo udah begini, selalu ingat sama Mertuaku yg anaknya 8 tp 7 diantaranya bs jd sarjana. God will provide, klo kata tetangga sebelah, mah 🙂

    Liked by 1 person

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s