The German Lands

Mungkin saya bisa jawab dari A-Z jika ada yang bertanya mengenai destinasi impian karena pada dasarnya saya suka jalan, tapi saya pasti memilih Jerman jika hanya memiliki satu pilihan. 

Jerman sudah menempati posisi pertamanya saya sejak kecil dulu dari sekian banyak destinasi impian yang bisa disebutkan. Jerman ini benar-benar sebuah cita-cita yang belum terwujud sampai sekarang, mungkin karena usaha saya belum benar-benar maksimal atau mungkin saya memang belum berjodoh dengan negara ini

GER2.jpg
via

Jujur saya cukup iri dengan beberapa teman dekat saya yang bisa kesana tanpa halangan berarti, tapi itu tidak mematahkan semangat saya karena halangan yang saya hadapi merupakan halangan personal yang belum bisa saya ceritakan disini.

Seperti yang pernah saya tulis disini, saya pernah dianggap absurd oleh beberapa orang ketika saya mengutarakan impian untuk naik Trans-Siberian Railway (TSR), tapi saya pun pernah dianggap tidak memiliki nasionalisme yang tinggi oleh salah satu guru karena – di mata beliau – saya lebih suka mempelajari sejarah Jerman daripada sejarah Indonesia. Sebuah pemikiran sempit ya menurut saya karena level nasionalisme seseorang tidak bisa diukur seperti itu.

dm.jpg
via

Katanya orang-orang, kalau kita suka dengan seseorang biasanya kita kehilangan alasan khusus mengapa kita suka dengan orang itu, pokoknya suka saja. Nah, mungkin seperti itu yang saya rasakan soal Jerman ini. Saya bisa saja menyebutkan hal-hal yang ingin saya lakukan disana – mulai dari nonton pertandingan Bundesliga disana (ini paling penting haha), makan bratwurst, pretzel, dan black forest asli disana, sekadar lewatin Adidas dan Puma di Herzogenaurach, ke Neuschwanstein, ke Frankfurt Book Fair sampai ikutan Oktoberfest serta mengunjungi teman yang sudah pindah dari Saarbrücken ke Dreieich – tetapi saya tidak mempunyai alasan yang benar-benar khusus mengapa saya begitu suka dengan Jerman.

ina
Indonesia menjadi Guest of Honor di Frankfurt Book Fair 2015 (via)

Mungkin karena peninggalan sejarahnya yang tidak lekang oleh waktu – khususnya soal Nazi, mungkin juga karena sepakbolanya (terima kasih Die Mannschaft yang membuat saya menang taruhan makan / Starbucks berkali-kali), mungkin karena keberadaan Adidas dan Puma disana, mungkin karena pola budaya dan manusia yang dibentuk disana, dan kemungkinan-kemungkinan lainnya. Satu hal yang pasti, chemistry tentang Jerman ini selalu ada di hati. Semoga saya bisa segera mewujudkan impian ini, kan katanya “a dream is a wish your heart makes” (Cinderella)

Featured Image : via

Rgds,

Ws 😉

Tulisan di atas diikutsertakan untuk giveaway milik Nyonya Sepatu dan Jalan2Liburan

Advertisements

24 Comments

  1. Bener Wien, aku cinta sama Jerman, terutama karena barang disana murah2 hihihi kalau dari Skandinavia. Jadi kita selalu shopping etc, dan aku juga pecinta tim sepakbola Jerman, dan tim favouritku Bayern München.

    Like

    1. Nah itu dia, temanku juga cerita kalau cowonya lebih suka kunjungi dia ke Jerman daripada dia yang ke Norway karena harga barangnya lebih murah haha. Wah FC Hollywood! Ada pemain favorit, Va?

      Like

    1. Beberapa teman ngomong begitu mba, kalau dicompare sama negara Scandinavian. Kalau compare sama negara Eropa dekat2 Jerman katanya sama saja. Menurut mba gimana? Haha..

      Like

      1. FYI: Yang lebih murah lagi negara-negara Eropa Selatan (Italia, Spanyol, Portugal) & Eropa Timur (Hungaria, Czech, Romania dll) Wien. Level harga di Jerman mirip Belanda, Belgia & Perancis. Ada beberapa barang yang lebih murah di Jerman, ada beberapa yang murah di Belanda.

        Like

  2. Mbak Wien, aku juga tertarik dengan Jerman, awalnya gara-gara Hetalia, trus penasaran dengan WW1 dan WW2, sampai nonton Generation War dan film-filmnya Tom Schilling setelah itu hahaha. Jadi tertarik dengan negara dan bahasanya deh. Semoga impiannya tercapai, Mbak 🙂

    Like

  3. Iya di Jerman banyak hal yang bikin lebih murah, misalnya restoran Asia ahahah asli lho masih dapet makanan seharga 5 euro, di Belgia mana mungkin 🙂 Makanya byk yg groceries jg ke Jerman, kalau emang tempat tinggalnya gak jauh dari border Belgia sih..

    Like

  4. Walaupun hanya pernah ke Munich ( skala Eropah ) udah bahagia, Wien.. apalagi pernah masuk ke Allianz Arena.. langsung takjub pengen ke stadion bola lainnya,. hahaha.. Makanannya pun lebih murah dibanding Australia.. haha

    Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s