Ubud Wana Resort Bali

Berlokasi di Nyuh Kuning – sebuah desa wisata di Ubud yang namanya mulai meroket sejak kedatangan Julia Roberts untuk pembuatan film “Eat, Pray, Love” di tahun 2009, Ubud Wana Resort hadir untuk menjadi salah satu pilihan bagi siapa saja yang ingin menikmati ketenangan suasana alam di Ubud.

1
Room number, door bell, and sign board

Dengan luas kurang lebih 7.000 meter persegi, Ubud Wana Resort yang berlokasi hanya 7 menit jalan kaki dari Mandala Suci Wenara Wana / Monkey Forest Sanctuary menyediakan beberapa jenis kamar untuk pengunjung, mulai dari Wana Pool View, Wana Pool Access, Wana Garden View, Honeymoon Suite 1, Honeymoon Suite 2, Suite, dan Family Suite. Pihak resort juga mendirikan Ubud Wana Villa yang jaraknya hanya 5 menit jalan kaki dari Ubud Wana Resort semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang datang ke Ubud bersama keluarga.

lobby1
Lobby

Ubud Wana Resort direkomendasikan oleh kenalan saya yang memiliki hotel di Legian ( klik disini ) dan saya berhubungan dengan Mbok Iluh yang menjadi salah satu direkturnya. Saya dan S langsung jatuh cinta ketika kami sampai disana; jatuh cintanya bukan karena kemewahan yang dimiliki hotel bintang 4 ini atau karena harga khusus yang kami dapat tetapi karena keramahan dan kesigapan karyawan serta kebersihan yang dipelihara dengan baik disana. Iya, poin-poin tersebut penting sekali hukumnya untuk saya dan S 🙂

Saya dan S tiba disana sekitar jam 20.30 WITA. Cukup malam memang karena Ubud Wana Resort adalah tujuan final kami di tanggal 6 November 2016. Saya lupa namanya tetapi Gus ( panggilan untuk laki-laki Bali yang masih muda ) yang menyambut kami ramah dan sigap ketika memberikan welcome drink berupa wedang jahe mini dengan batang sereh sebagai garnish serta handuk basah. Setelah menjelaskan aturan disana, Gus tersebut mengarahkan saya dan S ke kamar yang sudah kami pesan. S cukup terkesima dengan unsur kayu yang digunakan sebagai fasad dan interior disana, he likes wooden thing LOL.

Meskipun edisi ke Bali kali ini dalam rangka bulan madu tapi saya dan S tidak mau memesan kamar tipe Honeymoon Suite 1 atau 2. Kami berdua lebih memilih kamar tipe Wana Pool Access karena terdapat akses langsung ke 1 dari 3 kolam renang yang ada disana.

pool12
Pool depan kamar kami

Iya, ada 3 jenis kolam renang disana, dan 1 diantaranya khusus untuk penghuni Wana Pool Access yang berjumlah sekitar 4 atau 5 kamar di lokasi kami. Ada sepasang private sunbed juga di setiap kamar.

dsc_0445
The biggest pool with 4 jacuzzis
pool32
Pool ketiga

Satu hal pasti, Ubud Wana Resort menggunakan material kualitas high-end seperti kasur tidur King Koil, kain batik tradisional Indonesia sebagai headbed, furnitur kayu, peralatan sanitasi Grohe dan Kohler, serta lantai marbel di setiap ruangan. Jaringan WiFinya juga lancar, channel TVnya cukup banyak, safe deposit box masih dalam kondisi baik, kamarnya juga tertata rapi dan bersih. Area merokok disediakan khusus di rooftop sehingga tamu tidak diijinkan untuk merokok secara sembarangan 🙂

4
Rooftop

Selain 3 jenis kolam renang, Ubud Wana Resort juga menyediakan fasilitas lain yakni Ahara Spa, Wana Rasa Restaurant, Wana Prasta Meeting Room, dan Blossom Pool Bar. Sebagai pecinta pijit-pijitan, tentunya saya tidak mau melewatkan kesempatan mencoba spa disini apalagi setelah ‘disuruh’ oleh Marsha – seorang tamu asal Brazil yang seru sekali. Awalnya saya mau spa sendiri karena S bukan orang yang suka refleksi atau massage tapi – entah kenapa – S menawarkan diri untuk menemani saya apalagi setelah dia tahu ada promo diskon 40% untuk tamu yang stay di Ubud Wana Resort. Lokasi Ahara Spa juga tidak terlalu jauh dari kamar kami sehingga kami memutuskan untuk spa di tanggal 7 November 2016 sore setelah berenang.

2
Ahara Spa

Ada beberapa jenis paket di Ahara Spa dan kami memilih paket Sweet Dream yang meliputi flower foot bath, Balinese massage dengan pilihan minyak kamboja sebagai aromaterapinya, flower-salt-lime bathear candle treatmentginger infusion and cake of the day. 

img-20161107-wa0098
Spa packages in Ahara Spa

Kami harus mengisi formulir yang disediakan sebelum memulai sesinya termasuk jenis pijatan di beberapa area tubuh, misalnya di bagian leher mau normal/medium/hard massage. Rasanya? Aduh nikmat sekali, tangan-tangan therapistnya sudah lihai dan terlatih. Wajar sih sebab pijat Bali dan sekitarnya memang sudah dikenal luas.

5
Ahara Spa

Pijatannya mantap, suasananya nyaman, jadi jangan heran kalau saya dan S sampai ketiduran disana hehe. Saya dan S diminta memberikan saran dan kritik setelah kami menyelesaikan semua rangkaian spa, termasuk mandi. Kami menuliskan tidak adanya bathtub pillow di bathtub ketika sesi flower bath sebagai kritiknya, sisanya fine. Setelah itu saya dan S langsung pulang ke kamar untuk melanjutkan tidur kami. Sayangnya kami berdua lupa membawa HP ketika spa jadi kami tidak bisa foto-foto disana 😀

dsc_0426

Saya dan S stay di Ubud Wana Resort ketika periodenya masih low season sehingga tamunya tidak terlalu banyak tetapi kami berdua merupakan satu-satunya tamu dari Indonesia, sisanya berasal dari luar negeri khususnya Eropa. Menurut Mbok Iluh, Ubud dianggap “kurang menjual” untuk orang muda Indonesia karena suasananya terlalu tenang dan tidak seramai kawasan Bali lainnya sehingga pangsa pasar di Ubud memang diprioritaskan ke orang luar Indonesia. Marsha – yang saya sebutkan di atas – datang bersama Wolfgang, suaminya yang berstatus sebagai warga negara Jerman. Saya dan S sempat berenang bersama mereka juga di kolam renang paling besar yang ada jacuzzi. Mereka berdua tinggal di London saat ini, sedang off 3 minggu dari pekerjaan untuk vacation dari London – Dubai – Kuala Lumpur – Bali – Singapura – Dubai – London, dan mereka sangat menyukai Ubud.

dsc_0420
Salah satu sudut di Wana Rasa Restaurant

Pembahasan soal perut jangan dilupakan yah. Kami breakfast dua kali di Wana Rasa Restaurant yang menyajikan makanan nusantara ( mostly khas Bali ) dan Western food. Rasa makanannya lumayan cocok di lidah kami. S suka dengan mixed fruit punch dan sosisnya, sedangkan saya paling suka dengan mixed fruit punch dan omeletnya haha. Kita bisa menikmati pemandangan rooftop disana dengan gunung ( saya lupa namanya ) sebagai latar belakang. Sebelum check-out, saya dan S sempat memesan thin crust pizza ( kalau tidak salah namanya margarita pizza ) sebagai makan siang kami.

dsc_0418
Rooftop

Ubud Wana Resort juga menyediakan scheduled shuttle service bus ke pusat kota Ubud setiap hari tapi saya dan S tidak sempat mencobanya karena kami lebih suka menikmati suasana Ubud dengan jalan kaki sambil membawa payung karena cuaca tidak bersahabat. Anyway, salah satu resepsionis disana yang bernama Pak Yogi ( atau pak Yoga yah? ) ternyata orang asli Jakarta. Beliau pernah bekerja cukup lama di salah satu hotel mewah di bilangan Mega Kuningan tetapi beliau katanya lebih mencintai Ubud daripada Jakarta.

dsc_0431

Sejujurnya saya dan S juga berat hati meninggalkan Ubud dan Ubud Wana Resort, belum puas rasanya. Ketika mengetik post ini, S mengatakan dia kangen berada disana. Yah, namanya manusia memang tidak pernah ada kata puas. Tunggu kedatangan kami lagi ya Mbok Iluh dan Pak Yogi 😀

Ubud Wana Resort

Jalan Nyuhbojog Nyuh Kuning, Desa Mas Ubud, Gianyar – Bali 80571

+62-361-4792929

www.ubudwanaresort.com

info@ubudwanaresort.com / reservation@ubudwanaresort.com

Catatan : semua foto dalam post ini merupakan gabungan antara foto dari pihak Ubud Wana Resort dan penulis. 

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

24 Comments

  1. Sekalinya spa yang enak dan mahal itu, pernah gua rasain di Alila Soori, tabanan Bali.. duhhh harganya bikin melotot Wien.. untung ditraktir ma mantan bos.. jadi kudu dinikmatin semaksimalnya hihihihi..
    eh tapi Ubud emang selalu menyenangkan buat gua dibanding ke tmpt yang rame2 kayak legian atau kuta..

    Like

    1. Hahaha.. Teman gw yang asli Bali cerita harga spa Julia Roberts dulu itu sekitar 7 juta LOL. Iya In, makanya kali ini gw berdua pilih kesana karena belum ninggalin jejak disana sejak dulu haha. We’ll come back again later 😀

      Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s