Dear May

Today is the last Sunday in May 2016.. Rasanya saya baru ganti kalender dari April ke Mei, sekarang saya hampir ganti kalender lagi dari Mei ke Juni. Well, bulan Mei ini menyimpan banyak cerita, dari yang menyenangkan, menyedihkan, menyebalkan, sampai yang menggelikan. Apapun itu, saya tetap bersyukur diberikan kesempatan untuk mengalami semuanya.

Minggu pertama bulan Mei adalah minggu yang seharusnya menyenangkan karena ada long weekend dari Kamis-Minggu, tapi saya tidak benar-benar bisa menikmatinya karena harus membawa pulang kerjaan kantor. Bukan sok rajin atau sok loyal tapi karena deadlinenya itu di hari Senin tanggal 9 Mei. Tanggalnya sudah sengaja diundur dengan alasan long weekend jadi mau engga mau laporannya harus kelar sebelum tanggal 9 Mei. Datanya menyangkut komisi di semua cabang, dan katanya berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, jadi mau engga mau saya harus rela memutar otak di kala liburan.

Awalnya saya tidak berhubungan sama sekali dengan semua laporan tersebut, tetapi akhirnya semua itu menjadi job desc tambahan saya saat ini sejak salah satu anak divisi saya mengajukan resign. Kalau otak saya lagi benar, saya akan menganggap job desc ini sebagai blessing karena saya dianggap mampu mengerjakan semuanya dengan tepat dan on time. Sebaliknya jika otak saya sedang kusut, saya akan menganggap hal ini sebagai burden karena saya sama sekali tidak boleh melakukan kesalahan.

Saya masih belajar untuk menyesuaikan diri dengan timing laporannya, mempelajarinya satu per satu, belajar adaptasi karakter dengan orang-orang yang berhubungan dengan laporan tersebut, mempelajari segala sesuatu yang tidak saya ketahui sebelumnya (dalam hal ini, antara “belajar” dan “menuntut untuk harus tahu” memiliki perbedaan sangat tipis), termasuk mengorbankan waktu untuk mengerjakannya di rumah.

Tuhan memang baik, selalu memberi cobaan untuk menguji kesabaran umatNya. Masalah yang sebenarnya mulai datang ketika saya sudah selesai mengerjakan laporan tersebut. Ceritanya ada perubahan di sistem utama yang harus dilakukan di bulan ini. Secara otomatis, perubahan tersebut mempengaruhi semua data yang sudah saya olah dan sifatnya sangat signifikan. Saya langsung lemas selemas-lemasnya ketika mengetahui hal tersebut, rasanya kesal sekali karena laporannya menjadi sia-sia.

Mau tidak mau saya harus kembali mengolah semua datanya dan deadline hanya diperpanjang 1 hari. Saya tidak bisa mengajukan dispensasi waktu lebih lama lagi karena 3 laporan lainnya sudah menunggu untuk dikerjakan, dan semuanya tidak jauh dari kalimat “berkaitan dengan hajat hidup orang banyak”. Sorry to say, lama-lama saya jadi eneg dengan kalimat itu. That’s why, aktivitas seperti membaca buku, blogging, dan nonton DVD harus ikut dikorbankan juga. Hormon juga jadinya aneh dan memunculkan jerawat dalam jumlah banyak. Si penyakit kesayangan – apalagi kalau bukan maag – mau ikut eksis juga, dan belum sembuh total sampai sekarang 😀

Cerita soal laporan pertama tidak berhenti sampai disitu. Ketika laporan tersebut dan 3 laporan lainnya sudah selesai, saya mendapatkan complaint dari salah satu cabang. Saya diminta untuk melakukan analisis di data sekunder yang menjadi salah satu supporting data untuk laporan pertama. Ada kejanggalan, katanya. Ternyata benar, hasil yang dimunculkan oleh sistem utama mengalami kejanggalan. Singkat cerita, sistem utama harus direfresh ulang karena ada coding yang kurang tepat.

Saya kembali kesal karena harus mengulangi si laporan pertama di saat saya sedang mengerjakan laporan kelima. Cukup banyak data yang berubah dan saya harus mengajukan revisinya bersamaan dengan laporan kelima. Ketika laporan kelima sudah selesai, saya baru benar-benar sadar jika bulan Mei sudah memasuki minggu terakhir. What a month!

Di sisi lain saya bersyukur karena S bisa memahami semua hal ini jadi saya merasa cukup terbantu. Kami sebenarnya berencana ke Bogor lagi di long weekend itu, mana tahu bisa punya bahan baru setelah ini dan ini 😛 Engga jadi ke Bogor, S membawa saya ke Big Bad Wolf Indonesia di ICE BSD karena dia tahu saya suka dengan buku, dan – menurutnya – saya tetap butuh liburan. I was so happy even though I didn’t buy a book in BBW.

Iya, saya engga jadi beli buku disana karena antriannya menggila dari ujung ke ujung, bahkan melewati pintu masuk hall. Terserah apa kata orang lain tapi saya bukan orang yang rela ngantri hampir 2 jam (ini benaran, hasil pembicaraan saya dengan ibu-ibu yang sedang antri) hanya demi membayar buku-buku itu. Beberapa teman yang tinggal di BSD juga lebih memilih untuk datang pagi-pagi buta kesana daripada ngantri berjam-jam sambil nahan panas dan lapar 😛

Di bulan ini saya sempat ke dokter gigi juga untuk melakukan perawatan karena ada masalah di gigi sebelah kiri atas. Sebenarnya perawatan ini sudah dimulai di pertengahan bulan April tapi baru benar-benar selesai di bulan Mei ini. Tahukah kamu kalau dokter gigi merupakan salah satu sumber ketakutan saya sejak kecil? 😀

Saat ini saya sedang menikmati minggu terakhir di bulan Mei sebelum kembali “berperang” dengan semua laporan di atas di bulan Juni nanti. Haha.. Saya juga sedang fokus menyembuhkan si maag yang entah kenapa bandel sekali di bulan ini. Saya sempat tidak bisa tidur di 1 malam karena asam lambungnya terlalu banyak sehingga saya merasa sangat mual dan ingin muntah-muntah. Kemungkinan besar, pemicu kambuhnya sakit ini adalah pikiran karena pola makan saya sudah teratur selama ini, tapi mungkin juga karena rasa asam dan pedas makanan / minuman yang sulit untuk saya acuhkan begitu saja 😛

Saya juga sedang disibukkan dengan sebuah kegiatan baru, dan akan tetap sibuk sampai beberapa bulan ke depan. Lebih jauhnya akan saya ceritakan nanti jika waktunya sudah tepat.

Selamat hari Minggu. Semoga menjadi hari yang menyenangkan 🙂

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

25 Comments

    1. Thank you untuk semangatnya ^^
      Betul, pameran seperti itu memang bisa menjadi semacam stress release, hanya saja memang terlalu ramai ya jadi kesannya sumpek sekali, haha..

      Like

  1. Hai Wien, kalau boleh kasih saran. Cobain minum Vitazym deh, aku kalau maag kumat asam lambung suka naik sampai ke tenggorokan, dan jadi mual-mual juga. Dikasih tahu teman untuk minum itu supaya netralisir asamnya, ngefek sih di aku.
    Dan dulu waktu maag aku lagi parah-parahnya aku coba terapi pakai EVOO, diminum 1 sdm sebelum makan, seengaknya pas masuk makanan lambung ku ga sakit.
    Get well soon ya.:)

    Like

  2. entah kenapa aku senang ke dokter gigi daripada ke dokter umum hehehe.. merasakan gigi kinclong itu rasanya happy bangat. Dan sama bulan mei entah kenapa maag ku kambuh padahal sudah lebih dari 2 tahun nga bermasalah.

    Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s