PNK-CGK-PNK

Prolog dari post ini dapat dibaca disini ya 😛

Setelah dibuat kesal dan kecewa oleh Garuda Indonesia di penerbangan 7 Februari 2016, saya tidak menaruh harapan apa-apa untuk penerbangan 14 Februari 2016. 

Pokoknya jangan sampai delay saja, pikir saya saat itu. Saya merasakan cuaca yang kurang bersahabat selama berada di Kota Pontianak. Pagi hingga siang hari panasnya bukan main, menyengat kulit meskipun sudah mandi. Sore hingga malam hari bisa tiba-tiba turun hujan deras. Belum lagi ditambah dengan kualitas air PAM yang kurang bersih (keruh) dan pemadaman listrik bergilir. Kalau kata orang setempat, ini dah biase jak, dare kecik makan minom aek asin nda pake lampu.

Cuaca masih sangat panas ketika saya tiba di Bandara Supadio. Sinar matahari yang masuk ke dalam boarding hall begitu terik, membuat saya harus pindah tempat duduk sampai tiga kali, haha.. Sempat lihat weather board yang berada di dalam hall, katanya Jakarta sedang hujan deras. Beberapa teman di Jakarta juga mengatakan hal serupa via BBM dan WhatsApp. Pokoknya jangan delay, pikirku lagi.

DSC_5598

Flightnya engga delay, sinar matahari masih terik sekali, tetapi langit ternyata sudah berwarna hitam. Mama sempat WhatsApp saya kalau di kota sudah hujan deras. Nah loh, bentar lagi pesawatnya terbang loh 😀

Penerbangan kali ini tidak pakai drama seperti penerbangan saya sebelumnya. Tidak ada garbarata juga jadi saya naik bis lagi dari boarding hall ke lokasi pesawat. Kali ini naik bisnya ramai-ramai dengan penumpang yang lain, tidak hanya berlima dan tidak pakai drama buang muka menunggu staff Garuda Indonesia seperti penerbangan sebelumnya. Kali ini saya tidak duduk di emergency row lagi, tetapi duduk di seat 35K sesuai pilihan saya sewaktu mobile check-in, tapi saya lupa foto boarding passnya. Kali ini saya juga tidak perlu menjadi tontonan mata penumpang lainnya, haha..

DSC_5602

Cuaca memang benar-benar kurang mendukung. Langit tampak gelap saat itu, pesawat pun tidak luput dari turbulensi. Saya tidak bisa tidur, tidak ada nafsu makan juga karena mendadak merasa mual, belum lagi ditambah dengan tangisan bayi dan anak kecil selama penerbangan. Sebelum landing di Bandara Soekarno-Hatta, pesawat sempat mutar-mutar sekitar 15 menit. Kaca jendela pesawat juga basah oleh air hujan. Meskipun mual dan kedinginan, saya bersyukur bisa sampai di Jakarta dengan selamat.

Perjalanan belum berakhir sampai disini karena saya harus ikut antrian di pool taksi. Hujan semakin deras, taksi yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang. Akhirnya pihak taksi berinisiatif mengantarkan semua orang (yang antri) ke pangkalan taksi di depan Bandara Soekarno-Hatta. Kami semua diminta naik bis besar yang sudah disediakan.

DSC_5608

Sesampainya di pangkalan taksi, satu per satu calon penumpang didata. Ketika sudah mendapatkan giliran, saya harus berjalan agak jauh dari bis ke arah taksi yang akan membawa saya. Jalanannya becek sekali, hujan deras pulak! Sayang saya hanya sendiri, kalau berdua kan bisa main kubangan lumpur, eh 😀 Ketika mau masuk ke dalam taksi, kepala saya terbentur bagian atas taksinya. Salah saya sih, kurang hati-hati. Mungkin karena saking mual dan dingin, haha..

Ketika sampai di kost, saya mendapat kabar kalau penerbangan adik angkat saya (dari Pontianak ke Jakarta juga) delay dari jam 19.30 malam sampai jam 22.00 malam. Alasannya karena hujan deras. Adik angkat saya dan temannya baru sampai di kost jam 01.00 subuh. Cuaca oh cuaca..

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

18 Comments

  1. Bacanya ikut kebawa emosi juga Win sejak cerita sebelumnya. Untung sudah berlalu ya. Kalo sudah capek nyampe Bandara trus ga dapat2 taksi atau bis damri, rasa mau ngamuk aja *aku ini yg gampang ngamuk haha
    Ohh, kamu Pontianak ya. Aku dulu 3 kali tugas kerja disana. Tapi sekarang samar2 ingat dulu nginepnya dihotel apa, pokoknya guedee hotel baru agak jauh dari pusat kota. Makanannya yg ingat itu pisang goreng, mie tiaw, kue chai, pengkang, bubur pedas trus es lidah buaya. Trus ada beberapa makanan lainnya tapi aku ga ingat. Yg ga kesampaian itu ke monumen katulistiwa.

    Like

    1. Mwahahaha. Sama donk Mba, saya juga gampang ngamuk, hihi.. Iya Mba untung sudah berlalu. Hotel guedee jaman dulu ya. Kapuas Palace bukan? Wah mantap sekali makanannya, jangan ngiler ya Mba. Hahaha..
      Yuk kapan hari kalau balik kesini tak bawa ke tugu. Apalagi pas bulan September 😉

      Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s