Story about Kippabuw

Bagi mereka yang sudah lama mengenali saya mungkin tahu kalau saya ini termasuk pencinta produk alami, organik, homemade, atau handmade. 

Saya jatuh hati dengan semua produk itu sebab memberikan banyak sumbangsih untuk kelangsungan hidup manusia. Salah satu produk yang saya suka adalah sabun batang! 😀

Saya lebih suka menggunakan sabun batang daripada sabun cair bukan tanpa alasan. Kandungan dalam sabun cair diyakini mengandung zat kimiawi lebih banyak daripada sabun batang. Penggunaan sabun batang juga menjadi salah satu usaha untuk menjaga kelangsungan bumi dari bahaya global warming.

FYI, sabun batang yang saya pakai selama ini adalah sabun bayi sampai saya bertemu dengan beberapa sabun natural homemade sekitar setahun lalu. Salah satu brandnya adalah Kippabuw yang diinfokan oleh teman saya, Lulu. Pemilik Kippabuw adalah Mba Vero yang resep browniesnya saya pakai tempo hari. (Artikel terkait : 1st Brownies)

Hayo ngaku, nama “Kippabuw” terdengar unik bukan? Nama ini ternyata diinspirasi dari anak Mba Vero yang berusaha menirukan kata “peek-a-boo” pada dialog film “Hotel Transylvania”. Anak Mba Vero melafalkannya secara terbalik menjadi “kippabuw” 😀

DSC_4921
Coffee, Oat, Green Tea, Beer

Kippabuw memiliki slogan “food for beauty” sebab sebagian besar bahan yang digunakan untuk produk Kippabuw merupakan bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, misalnya oat, vanilla, lemak kakao, teh hijau, kopi, jahe, susu kambing, bahkan bir dan arang!

Ide membangun Kippabuw didasarkan oleh pengalaman pribadi Mba Vero yang memiliki kulit sensitif dan hanya bisa menggunakan produk alami. Bukan hanya perawatan kulit, rambut, wajah, dan bibir, Kippabuw juga merambah ke sabun pencuci pakaian, sabun pencuci peralatan masak, dan semprotan toilet duduk.

20160105_174521
Rose Clay Black Tea, Oat, Active Charcoal,  Sea Salt Active Charcoal, dan 1 bonus

Sejauh ini saya sudah repeat order dua kali ke Kippabuw karena saya senang menggunakan sabun batangnya. Sabunnya tidak mengandung sodium lauryl sulfate atau deterjen yang biasanya ditemukan dalam sabun, shampo, atau pasta gigi. Sabunnya juga tidak mengandung pewangi dan pewarna buatan.

Saya juga bisa menggunakan sabunnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Enak sekali rasanya kalau bisa menggunakan satu item untuk semua bagian. Tapi kalau sedang buru-buru, saya kadang cuci rambut menggunakan shampo daun waru. Meskipun ada kandungan sodium lauryl sulfate tapi saya suka wangi daun warunya itu :p

Sabun favorit saya di Kippabuw (sejauh ini) adalah Oat, Active Charcoal, dan Green Tea. Oh iya, saya sudah dua kali dapat bonus sabun dari Mba Vero! Terima kasih mba!

DSC_5048

Hal lain yang semakin membuat saya menyukai Kippabuw adalah pelayanan dari Mba Vero yang ramah dalam menjawab WhatsApp saya serta harganya yang terjangkau. Tak perlu mahal untuk sehat 😉

FYI, Kippabuw juga cukup sering membuka kelas pembuatan sabun batang homemade. Kelas berikutnya akan diadakan pada tanggal 31 Januari 2016. Informasi lanjutan bisa dilihat di IG @kippabuw 😉

So, that’s all for today. Akhirnya draft ini selesai juga Yuk beralih ke hidup yang lebih sehat dan selalu dukung produk anak bangsa yang berkualitas!

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

34 Comments

    1. Cobain mba. Siapa tahu cocok. Hehe. Iya aku juga pakai sabun batang dengan alasan itu. Dari dulu aku suka beli beberapa varian mba, trus dipotong sedang jadi pakainya ganti gantian gitu. Kalau sudah mengecil, aku gabungin jadi satu pakai air, hahahaha..

      Like

  1. Terima kasih untuk blog postnya, Mbak Wien. Mudah-mudahan, Kippabuw bisa semakin baik ya.

    Soal sabun cair, sebenarnya bahannya juga minimalis kok, seperti sabun batangan. Terutama yang saya bikin, karena justru awalnya saya bikin Unscented Liquid Soao karena kulit saya sendiri super sensitif. Bedanya, sabun cair memang dibuat dengan cara dimasak. Intinya sih, jangan lupa cek komposisi produk, sebelum belanja produk perawatan dan produk pembersih.

    Like

    1. Ah itu idemu bukan ideku. Haha. Karena sabun cair lebih lama habisnya daripada sabun batang jadi kandungan sabun cair biasanya lebih banyak daripada sabun batang. Itu salah satu yg pernah wa baca

      Like

    1. Hahaha. Aku suka pakai beberapa sabun batang sekaligus mba Nana. Dipotong sedang sedang gitu. Jadinya kalau uda mengecil tak gabungin jadi satu pakai air. Hahaha

      Like

  2. Aku sempat mencintai shampoo musti ada ratu itu karena produk dalam negeri. Apa daya rambut jadi hancur, berketombe gak karuan. Akhirnya aku ganti pakai shampoo organik dari negeri seberang yang harganya berkali-kali lipat dari shampoo itu. Saking cintanya bawa beberapa botol ke Irlandia.

    Nah kalau soal sabun batang organik aku punya langganan di Bali di pasarnya. Tapi aku biasanya beli untuk nyokap.

    Like

    1. Ngakak bacanya, “musti ada ratu” 😀
      Oo engga cocok ya mba sampai ketombean dan hancur gitu? Ah iya, di Bali juga ada beberapa produsen produk natural begitu..

      Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s