1st Brownies

Halo semua. Ini post pertama saya di tahun ini. Akhirnya pecah telur juga 😛 Selamat Tahun Baru lagi yah, semoga menjadi tahun yang lebih baik, amin.

Post kali ini agak sedikit berbeda karena saya akan bercerita soal baking. Yes, it’s about baking, sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Serius, it’s my first trial but definitely will not become my last trial, hahaha..

Mama saya itu tipikal perfeksionis jadi mama kurang suka kalau ada orang lain yang masak atau baking di rumah kecuali si mama sendiri. Hal itu juga berlaku untuk anak-anaknya, haha.. Jadi saya engga punya cerita “masak bersama mama tercinta”. Fungsi saya ini hanya sebatas ngupas bawang, makan masakannya mama, dan tukang cuci piring! 😀

Saya juga jarang masak sejak tinggal di Jakarta. Yah, paling hanya sebatas nanak nasi, rebus telur, rebus indomie, masak sup, atau tumis sayuran saja. Saya belum mau “masak besar” karena masih tinggal di kost. Selain lantai dapur berbeda dengan lantai kamar saya, saya juga suka gelian dengan kebersihan dapur kost yang kurang dijaga dengan baik. Belum punya oven jadi saya engga baking juga. Hanya punya rice cooker kecil. Haha..

Nah, kemarin saya lagi iseng blogwalking sebentar, termasuk ke blognya Mba Vero tentang membuat brownies kukus menggunakan rice cooker. Saya langsung kepikiran untuk mencoba resep ini karena punya rice cooker. Siapa tahu berhasil jadi ada referensi kue untuk seseorang yang akan ulang tahun di bulan depan, kebetulan orangnya suka dengan cokelat *pedebangetsihkamuwien* 😀

Saya langsung ke minimarket depan kompleks sepulangnya dari kantor. Saya membeli margarin karena mentega tidak dijual disana. Next turn saya ingin pakai mentega karena kandungannya lebih baik daripada margarin. Saya tidak beli telur, garam, dan Milo karena masih ada persediaannya sedikit. Untuk cokelatnya, saya pakai Silverqueen dark chocolate (bukan iklan ya) karena dark chocolate yang dijual hanya merk ini. Saya juga beli tepung terigu Segitiga Biru (bukan iklan lagi ya). Saya tidak menggunakan batang vanili dan choco chips karena tidak dijual di minimarket. Saya juga membeli tusuk gigi untuk mengecek brownies sudah matang atau belum.

DSC_5024
Brownies sedang dikukus di dalam rice cooker

And voilà.. 

Ini brownies kukus pertamanya saya yang sepertinya cukup bantet, hahaha..

DSC_5029

Honestly, I wanna say thank you very much to Mba Vero untuk resepnya! Oke, saya mau lebay dikit ah, saya cukup terharu dengan diri sendiri yang akhirnya bisa baking kue juga meskipun agak bantet dan hanya menggunakan rice cooker, hahaha.. Terharu lagi karena teksturnya ternyata lembut dan rasanya tidak manis (karena tidak memakai gula). Makin terharu lagi karena beberapa orang yang mencicipi si brownies mengatakan kalau browniesnya oke meskipun not the best. Saya sempat kirim foto browniesnya ke mama, dan saya disuruh buat brownies ini kalau sedang berlibur di Pontianak, haha..

Akhirnya pecah telur juga untuk persoalan baking ini 😛

Oke, sekian post kali ini. Mau makan siang dulu, hehe.. Selamat makan siang! 😀

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

51 Comments

  1. Kalau saya dikasih gratisan sih saya masih mau makan, Mbak :haha. Dilihat dari sini juga cokelatnya sudah semacam berasa sih Mbak :hehe. Sip, lanjutkan terus semangat baking-nya ya Mbak! Saya nanti mau deh jadi kelinci percobaan in case kita kopdaran dan Mbak sedang membawa hasil panggangan kuenya :haha. Lumayan bisa dapat kue gratis kan ya? :hihi.

    Like

  2. Koq sama yach mama kita wien. Kalau ikutan ke dapur dia pasti ngoceh2. Yg ada sampai sekarang bisanya masak yg sederhana doang.

    Lain kali buat yg banyak yach entar gue main dech ke kostan lu buat nyicipin.

    Like

    1. Hahaha.. Sama ya mba? Mamaku itu lucu. Kadang suka bilang kalau saya engga bisa masak. Sekalinya saya mau belajar masak malah engga diijinin. Lah piye? Wakakaka.. Kumpulin keberanian buat kasih tester lagi ni. LoL

      Liked by 1 person

  3. Selamaaaaat akhirnya perdana bikin kue. Aku dulu pertama kali baking dan berhasil itu senengnya nggak ketulungan. Maklum lah awalnya dulu nggak bisa masak dan bikin kue sama sekali. Baru bisa setelah nikah dan pindah kesini hehehe. Yakin deh kalau awalnya sudah bisa gitu ntar nagih. Aku langsung ketagihan masak dan bikin kue. Tapi abis itu kelabakan gimana ngabisinnya.. 😛 *menatap badan di cermin, akibat masak dan makan terus*

    Like

    1. Hahaha, kamu harus lihat tampang bahagiaku sore itu mba 😀
      Untung punyaku ini habis juga, hanya jadi 8 pcs soalnya, hahaha..
      Iya ni mba Anggi, jadi nagih mau bikin lagi LOL

      Like

  4. Sama, mamaku juga gak pernah ngebolehin aku bantuin di dapur. :’)))
    Tapi kayanya perlu nyoba juga ini rice cooker kosan dipake buat bebikinan kue. Makasih idenya. Hihi.

    Like

    1. Selamat Tahun Baru juga Ayomi!! Langsung klik linknya saja Ayomi, aku ada tautkan di kata “Mba Vero” itu, hehe.. Petunjuknya mudah dan simple.
      Engga langsung dicampur semua Ayomi. Awalnya margarin/mentega dicampur dulu dengan cokelat. Habis itu baru campurin dengan bahan lainnya. Ayuk dicobaaa..

      Liked by 1 person

    1. Salam kenal juga Dita. Thanks sudah mampir and komen 😀
      Iya ni, rice cooker memang salah satu penyelamat untuk banyak orang, terutama yang masih ngekost, haha..

      Like

    1. Hahaha, gokil ya? 😀 Uda habis ni Feb, cuma jadi 8 pcs saja, dan ludes engga sampai 2 hari, LOL
      Iya, terpaksa pakai merk itu soalnya dark choco yang dijual cuma adanya merk itu, hahahaha..

      Like

  5. Kayaknya nihhh… kayaknya kenapa bisa bantet adalah, selain adukannya mgkn terlalu kenceng, kemungkinan sempet dibuka tutup juga kali ya pas proses cookingnya hehe. Besok dicoba lagi deh ya biar lebih mantab. Kalau keterusan, cobain beli oven kecil biar bisa baking beneran.

    Happy New Yearrrr!!

    Like

    1. Lupa diaduknya terlalu kencang atau engga ci, wakaka.. Tapi kalau buka tutup benar ci, buat lihat sudah matang atau belum, haha.. Iya ni, mau dicoba lagi nanti. Belum bisa beli oven ni ci soalnya masih stay di kost 😦
      Happy New Year lagi ci!! Haha..

      Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s