Hai Ma

Saya bertemu dengan banyak wanita spesial selama hampir 28 tahun ini, tetapi saya memanggil seorang wanita paling spesial dengan sebutan “mama”.

Mama saya ini bukan seorang artis, dokter, pengacara, guru, agen asuransi, penjahit, pebisnis, ataupun polisi. Mama saya hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa tetapi beliau memiliki peran yang luar biasa.

Terlahir di generasi X yang berbeda dengan saya, mama saya tidak terlahir sebagai wanita paling sempurna atau wanita paling cantik sejagad atau wanita paling cerdas. But I do believe, her presence is one of the most perfect gift from God, bahwa kami berdua memang dijodohkan sebagai ibu dan anak.

Harus diakui, mama memiliki banyak peran dalam kehidupan saya sejak kecil hingga saat ini. Beliau dapat menjadi seorang ibu yang penyayang, seorang teman untuk curhat sampai nangis atau tertawa sampai nangis juga (loh?), seorang lawan bicara yang menakutkan kalau sudah emosi, seorang rival yang tidak mau mengalah, seorang koki handal di rumah kami, dan seorang guru yang bijak.

Saya masih ingat ketika guru bertanya siapa yang saya takuti di dunia ini, jawaban saya saat itu sebagai anak kecil yang polos adalah Tuhan dan mama saya. Saya sempat percaya kalau galaknya mama dipengaruhi oleh shionya yaitu macan. Haha.. Kalau sudah marah besar, mama akan mengatakan bahwa dia bertaruh 50:50 ketika melahirkan saya dan adik, 50 di ranjang rumah sakit (hidup), 50 di peti mati (meninggal). 

Mama tidak terlahir sebagai anak orang kaya tetapi entah mengapa mama sering dianggap sebagai orang kaya oleh banyak orang. Mungkin karena mama suka berbagi dengan orang lain yang dianggapnya lebih membutuhkan. Mama sering mengatakan bahwa orang yang suka berbagi tidak pernah berakhir menjadi orang miskin.

Mama ini orang yang percaya bahwa ilmu pengetahuan adalah modal kehidupan seseorang (artikel terkait : Lanjut Studi). Mama juga percaya bahwa “Tuhan tidak pernah tidur”, so we have to lean on Him, sesulit apapun masalah yang kita hadapi dalam hidup.

Sejak kuliah saya memang sudah tidak bisa bertemu mama setiap hari karena kami tinggal di kota yang berbeda. Akan tetapi, kami berdua tetap berkomunikasi setiap hari baik itu melalui SMS, telepon, dan WhatsApp.

IMG-20130815-01842
Satu sore dengan mama di tepi pantai. Ketika rambut saya masih panjang.

Dear mama, meskipun Hari Ibu dirayakan pada hari ini, but you will always become my mom, everyday and everytime, not only on December 22. Bunch of thanks for being a great mother you can be. 

Featured image :

http://www.smilefile.com.au/mother-noun-black.html

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

10 Comments

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s