Review The Crossing 2

Yuhuuu… The Crossing 2 sudah dirilis. Akhirnya bisa kembali menonton lanjutan film ini juga. Senangnya bukan main! Silahkan klik disini untuk membaca postingan The Crossing 1. Kudu baca yang pertama dulu supaya mengerti plot yang kedua, hehe 🙂

Cerita dibuka dengan adegan orang banyak yang berlarian di Dermaga Shiliupu demi satu tujuan yang sama, yaitu meninggalkan Shanghai menuju Keelung (Taiwan) menggunakan kapal “Taiping” yang akan segera berlayar. Dua di antaranya adalah Ze Kun (Takeshi Kaneshiro) yang pulang ke rumahnya di Taiwan, dan Yun Fen (Song Hye Kyo) yang diungsikan oleh Yi Fang (Huang Xiaoming) – suaminya – ke Taiwan.

crossing2 (2)
Mobil Yun Fen dalam perjalanan menuju rumah di Keelung, Taiwan

Cerita berlanjut dengan flashback dimana Ze Kun diminta oleh sang ibu untuk mengawasi Ze Ming – adiknya – sebab kondisi politik negara saat itu sedang tidak menentu akibat “Perang Saudara Tiongkok” (Chinese Civil War). Sang ibu tidak mau adiknya menjadi korban perang seperti ayah dan kakaknya. Ketika menyebutkan kata “Jepang”, Ze Kun teringat akan sosok Masako (Magami Nagasawa).

Plot lainnya mengisahkan Yu Zhen (Zhang Zi Yi) yang masih berusaha mengumpulkan uang supaya bisa membeli tiket kapal “Taiping” demi menemukan Tong Daqing (Tong Dawei) di Taiwan. Dia diusir secara halus oleh pemilik kontrakan sebab profesinya sebagai PSK.

crossing2 (3)
Yu Zhen sedang menjalani profesinya sebagai PSK

Dia sampai bersedia menerima tawaran orang kaya untuk berhubungan seksual di area dermaga demi tiket tersebut, namun ternyata dia hanya dibayar dengan beberapa lembar uang saja. Merasa dihina dan dipermainkan, Yu Zhen memukul kepala orang kaya tersebut menggunakan kayu hingga pingsan.

crossing2 (4)
Mata Yu Zhen sedang fokus melihat ke arah kapal ketika dia terpaksa berhubungan seksual di dermaga demi iming-iming tiket kapal

Cerita berlanjut ke Ze Kun. Ibunya minta agar Ze Kun menikahi kakak iparnya supaya marga cucunya tidak pindah menjadi marga orang lain, tetapi acara tersebut dibatalkan sebab Ze Ming pergi dari rumah demi bergabung dengan mahasiswa penentang pemerintah di Shanghai.

crossing2 (5)
Yun Fen sedang dinasehati oleh ibunya setelah kematian Yi Fang

Di saat bersamaan, Yun Fen menerima kabar bahwa Yi Fang tewas di medan perang dan mayatnya tidak ditemukan. Ibu Yun Fen menasehati anaknya untuk tetap menjadi wanita kuat yang tidak kehilangan harapan. Ze Kun yang menjadi dokter keluarga Yun Fen juga menasehati agar Yun Fen menjaga dan melahirkan bayinya dengan baik, sesusah apapun kondisinya, dengan harapan arwah suaminya tetap bersama mereka.

crossing2 (7)
Yu Zhen berpisah dengan temannya yang tidak jadi ke Taiwan

Cerita berlanjut ke Yu Zhen yang akhirnya mendapatkan tiket kapal dari temannya sesama PSK. Temannya tidak jadi ke Taiwan tetapi ke Yunan. FYI, ketika berada di dalam kapal nantinya, Yu Zhen baru tahu orang yang membelikan tiket kapal untuk temannya adalah si orang kaya yang dipukulnya di dermaga.

crossing2 (8)
Ze Kun sedang berusaha membujuk Ze Ming untuk pulang ke Taiwan

Diceritakan juga tentang perjalanan Ze Kun mencari Ze Ming di Shanghai. Ze Kun membujuk adiknya untuk pulang ke Taiwan supaya tidak dianggap sebagai komunis serta demi sang ibu yang sedang sakit. Awalnya mereka berdua sudah berangkat ke dermaga bersama-sama, namun Ze Ming memutuskan tidak ikut berdesakan masuk ke kapal “Taiping” bersama Ze Kun sebab dia ingin melanjutkan perlawanan menentang pemerintah.

crossing2 (6)
Demonstrasi mahasiswa menentang pemerintahan di Shanghai

Plot berlanjut ke dua cerita, yaitu badai besar di Keelung yang membuat rumah Yun Fen rusak parah sehingga dia harus menginap di rumah Ze Kun, serta kemeriahan rakyat Shanghai di dalam kapal “Taiping”.

crossing2 (9)
Penumpang kapal sedang berpesta untuk melewati malam Tahun Baru

Selain para tentara yang berada di dek kapal, seluruh penumpang kapal sedang berpesta untuk melewati malam Tahun Baru. Diceritakan bahwa Yu Zhen bertemu juga dengan pemilik kontrakannya dulu dan mereka meluruskan masalah yang ada. Setelah itu, Yu Zhen membagikan roti dan teh hangat kepada para tentara di dek kapal sambil mencari Tong Daqing. Jodoh tidak kemana, akhirnya mereka bertemu dan pertemuannya sangat mengharukan, terlebih kondisi Tong Daqing sedang terluka.

crossing2 (10)
Pertemuan Tong Daqing dengan Yu Zhen di dek kapal

Namun, kapal tiba-tiba menabrak kapal lainnya sebab kru kapal yang bertugas mengontrol kemudi sedang mabuk berat setelah minum arak. Seketika semua orang di dalam kapal terluka parah. Ze Kun dan Yu Zhen mulai merawat penumpang yang terluka. Lama kelamaan kapal terbalik seutuhnya di laut.

Meskipun beberapa penumpang bisa mengapung di air, namun cukup banyak penumpang mulai tenggelam ke laut. Tidak semua orang mendapatkan ban pelampung sehingga mereka mulai berebutan satu sama lain, meskipun harus sampai bunuh-bunuhan. Ze Kun menjadi salah satu korbannya, dia ditusuk di dalam air.

crossing2 (14)
Australian Naval Destoryer HMAS Warramunga

Tong Daqing dan Yu Zhen berhasil menyelamatkan diri. Mereka juga berhasil menyelamatkan 1 dari 2 anak pemilik kontrakan Yu Zhen. Dikisahkan bahwa kapal “Taiping”berbobot 2.489 ton, namun kelebihan berat 43 ton dan bertabrakan dengan kapal barang “Jianyuan” di lepas pantai. Dari 1.000 penumpang, hanya 34 orang yang ditemukan oleh Australian Naval Destroyer HMAS Warramunga. 

crossing2 (16)
Buku diary Yi Fang untuk Yun Fen

4 bulan kemudian, Tong Daqing memberikan kesaksian di pengadilan bahwa Yi Fang – suami Yun Fen yang menjadi jenderalnya – adalah jenderal terhormat dan bukan pengikut komunis. Pihak tentara hampir mengambil buku diary Yi Fang sebagai barang bukti, tetapi Tong Daqing bersikeras menolak sebab buku tersebut harus diserahkan kepada Yun Fen sesuai dengan titah sang jenderal.

crossing2 (15)
Yun Fen dan Yu Zhen saling menguatkan satu sama lain

Rumah Yun Fen – yang rusak karena badai – didirikan kembali di lahan yang sama. Tong Daqing dan Yu Zhen memberikan buku diary Yi Fang di halaman rumah tersebut. Yu Zhen dan Yun Fen saling menguatkan satu sama lain sebagai sesama wanita. Nantinya Yun Fen melahirkan seorang bayi laki-laki di rumah Ze Kun, dibantu oleh ibu dan kakak ipar Ze Kun. Nama bayi tersebut adalah Taisheng yang berarti “lahir di Taiwan”. Karena sudah kehilangan suami dan semua anak laki-lakinya, ibu Ze Kun menganggap anak Yun Fen seperti anaknya sendiri.

crossing2 (17)
Yun Fen sedang melahirkan anak pertamanya Taisheng, dibantu oleh ibu dan kakak ipar Ze Kun

Fiyuuuh, ceritanya panjang sekali yah! Mau tidak mau memang harus sepanjang ini. Jika ada plot yang dipotong nantinya review ini jadi aneh, hehe.. Akhirnya John Woo menyelesaikan sisa cerita historical drama ini dengan cukup apik. Seperti yang saya ceritakan di review sebelumnya, John Woo mampu menonjolkan pribadi dari setiap karakter di film ini. Saya juga lebih dapat emosi pemainnya di sekuel kedua ini, tetapi harus diakui bahwa narasi film ini tergolong panjang dan mungkin membosankan untuk yang tidak suka drama.

Menurut saya, film ini harus ditonton dari sekuel pertama. Jika tidak menonton dari awal, penonton bisa saja tidak paham dengan plot di sekuel kedua. Kog tiba-tiba ada adegan Masako buatin lagu untuk Ze Kun, kog ada adegan Tong Daqing memberikan buku diary Yi Fang ke Yun Fen, kog Yu Zhen bisa menjadi perawat sekaligus PSK, dan sebagainya..

Then, kalau menurut saya special effectnya sudah baik, setidaknya kapal “Taiping” yang tenggelam di laut kelihatannya memang tenggelam yahBut honestly, saya merasa John Woo seharusnya bisa membuat plot yang jauh lebih baik daripada ini, apalagi dia didukung oleh artis dan aktor yang sudah terkenal. Entah mengapa saya merasa masih bagusan sekuel Red Cliff daripada film ini, atau apakah ekspektasi saya yang ketinggian? Haha.. Terlepas dari semua itu, film ini tetap memberikan banyak positive meaning 🙂

Anyway, seperti yang sudah saya infokan di review pertama, saya tidak menyarankan film ini untuk kalian yang tidak kuat / tidak suka menonton film drama. Namun, jika kalian menyukai film historical drama, film ini layak untuk ditonton.

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s