Ngefly di September..

Baru sadar kalau saya belum membuat satu post pun di bulan September ini πŸ˜€ So well, time is running too fast! Halo September!

Awalnya banyak teman yang berharap kalau September ini akan menjadi September ceria tetapi lama-kelamaan rasanya bulan ini bakal menjadi September yang sibuk. Apa mungkin hanya saya yang merasakan hal ini?

Haha.. Anyway, saya juga nampaknya harus merelakan kesibukan saya diganggu oleh sesuatu bernama sakit.

Yes, s a k i t 😦

Sudah hampir seminggu ini saya merasakan kondisi badan saya drop total. Awalnya hanya pilek. Lanjut ke gejala radang tenggorokan. Lanjut lagi ke gejala batuk sampai telinga saya rasanya gatal setiap kali ehem ehem. Lanjut lagi ke pilek yang awalnya sudah sembuh. Last but not the least, leher belakang sebelah kanan rasanya seperti “sengklek”. Kalau kata orang jaman dulu, “saya salah tidur”. Kalau kata orang jaman sekarang, “saya masuk angin” πŸ˜€

Bukan membela diri ya, saya sudah berusaha untuk menjaga pola makan dan minum saya setiap hari. Selalu berusaha mengurangi makanan berminyak dan berlemak, berusaha makan sayur dan buah sesering mungkin, berusaha minum air (+lemon) sesering mungkin, tapi yang namanya sakit memang tidak bisa dihindari ketika dia “merindukan” kita πŸ˜› Segala bentuk madu, ginseng, jahe, lemon sudah tidak mampu mengatasi si pilek ini. Produksi “cendol” saya semakin menjadi-jadi. Alhasil, saya memilih untuk konsumsi obat yang bernama D*colsin, lanjut lagi konsumsi A*tifed, minum larutan penyegar bening (tanpa rasa), konsumsi En*rvon-C, dan R*doxon. You name it and I hate it enough. Saya sebenarnya ingin sembuh secara alamiah tapi apa daya jika harus merelakan tubuh saya diisi dengan obat-obatan seperti itu. Demi sembuh dengan cepat, katanyaaa.. Toh nyatanya, saya masih sakit sampai sekarang. Sepertinya weekend ini akan diisi dengan yang namanya “istirahat total” 😐

Kenapa saya rewel dengan obat-obatan? Karena buat saya pribadi, yang namanya obat itu adalah bahan kimia. Semakin tinggi dosisnya, semakin banyak juga bahan kimia yang terkandung di dalam obat tersebut. Saya seringkali diomelin banyak orang karena “baru akan minum obat ketika sakitnya sudah lumayan parah”. Haha.. Saya kurang suka dengan efek yang ditimbulkan obat-obat itu. Mulai dari rasa mengantuk (saya lebih merasa “fly” daripada mengantuk setelah minum A*tifed), bibir kering sekali, badan kurang segar, pencernaan terganggu, serta (maaf) warna dan bau air seni menjadi berbeda daripada biasanya.

Tiga hari belakangan ini saya punya sebuah “aktivitas” baru setelah pulang kantor. Biasanya nih, biasanya yah.. Saya bisa melakukan apa saja sehabis pulang kantor, mulai dari “tidur sejenak” (oh ini sih harus, hahaha) atau nonton berita atau browsing atau cuci-cuci atau baca buku atau ini dan itu. Nah, tiga hari belakangan ini saya merasa badan ini tidak bisa diajak berkompromi untuk melakukan semua itu. Alhasil ketika pulang ke kost, saya langsung mandi, minum obat (mostly A*tifed), dan lanjut ngefly alias tidur mati sampai jam 8 atau 9 malam terbangun karena kebelet buang air kecil! Waktu bangun pun kepala saya rasanya keleyengan sekali. Setelah ke toilet, saya akan minum obat lagi dan lanjut ngefly sampai esok pagi. Lama-lama saya bisa dicap jadi “pinguin hibernasi” yah. Haha..

Baru sore ini saya memaksakan diri saya untuk tidak seperti itu, dan sepertinya cukup berhasil meskipun kepala saya sudah mulai ngefly sekarang πŸ˜€ Anyway, ini adalah post pertama yang saya buat menggunakan Sony saya (engga penting banget yah. Haha..)

So people, happy weekend! Semoga weekend kalian menyenangkan yah! Saya mau ijin ngefly dulu sekarang πŸ˜›

Rgds,
Ws πŸ˜‰

Advertisements

15 Comments

  1. Wien cepet sembuh ya. Justru aku malah kangen sama obat ‘ngefly’ itu kalo lagi sakit berat di sini. Obat di sini tidak boleh mengandung pseudo-ephedrine (zat yang bikin ngantuk plus keleyengan itu, yang berguna banget buat bikin idung gak mampet). Bayangin aja kalo lagi flu berat gak bisa napas n batuk terus jadi nggak bisa tidur dan istirahat, hueee. Di sini paling banter dikasih Panadol biasa (paracetamol) aja buat nurunin fever-nya.

    Like

    1. Thanks Mariska! “Pabrik cendolnya” sudah mau tutup ni, tapi badan saya masih lemas tak berdaya πŸ˜›
      Iya ni, tahu saja kamu kalau obat yang saya minum mengandung Pseudoephedrine HCL yang katanya memang cocok untuk hidung tersumbat / pilek, tapi efek keleyengannya memang manteb.. Haha.. Anyway saya baru tahu kalau obat disana engga boleh mengandung zat itu. Pilek saya saja belum sembuh 100% padahal sudah minum obat dengan zat itu, gimana dengan kamu yang tidak boleh konsumsi zat itu yah.. 😦

      Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s