MPTT

MPTT ini singkatan dari “Maaf, Permisi, Tolong, dan Terima Kasih”, hehehe..

Saya cukup ‘tergelitik’ untuk membuat post tentang hal ini sebab melihat dan mengalami beberapa hal tidak mengenakkan seputar 4 kata di atas. Eh, 5 kata deh, kan “terima kasih” terdiri dari 2 kata 😛

Sebelumnya saya perlu menjelaskan bahwa post ini sama sekali tidak bermaksud untuk nyindir orang lain. Post ini murni hasil pemikiran saya, dan tujuan dari post ini pun semata-mata menjadi “alarm” untuk saya sendiri. Syukur-syukur jika “alarm” tersebut berguna untuk orang lain juga 🙂

http://www.teachers.net/wong/AUG08/

Saya bukan tipikal orang yang gila hormat. Bukan juga tipikal orang yang suka disanjung-sanjung oleh orang lain. Tipikalnya saya lebih ke orang yang menghargai sopan santun. Kedengarannya simple, tapi biasanya hal yang paling sederhana itu yang paling sulit dilakukan, setuju? Haha.. Contohnya yah itu, mengucapkan kata-kata ajaib ini.

Maaf. Permisi. Tolong. Terima kasih.

Saya percaya kita semua pasti sudah diajarkan kata-kata tersebut sejak masih kecil, entah itu di rumah maupun di sekolah, tetapi seringkali kita mencoba untuk mengabaikannya, dan lambat laun kita akan melupakannya. Padahal sebenarnya kata-kata tersebut bisa membawa dampak besar untuk diri kita sendiri, setidaknya itulah yang saya rasakan.

Saya baru habis ganti theme lagi untuk blog ini, dan di headernya saya pajang kata-kata : “Do right. Do your best. Treat others as you want to be treated“. Kata-kata itu diucapkan oleh Lou Holtz, salah seorang analis ESPN terkenal. Kata-katanya sederhana tetapi cukup nusuk. Lah Wien, apa hubungannya dengan kata maaf, permisi, tolong, dan terima kasih? Jadi gini.. Apa yang kamu rasakan jika ada seseorang mengucapkan maaf / permisi / tolong / terima kasih ke kamu? Kalau saya sih merasa senang sebab saya merasa dihargai oleh orang tersebut. Bukankah rasa saling menghargai sebenarnya penting di dalam kehidupan sosial kita? 🙂

So, jika saya merasa senang dengan hal kecil tersebut, saya juga memiliki keyakinan kalau orang lain akan senang jika kata-kata tersebut diucapkan kepadanya. Meskipun orang itu galak atau nyebelin sekalipun, biasanya akan ada senyum manis yang terpancar di wajahnya setelah mendengar kata-kata tersebut. Engga percaya? Coba test deh, hehe..

Saya punya pengalaman pribadi berkaitan dengan kata-kata di atas. Sewaktu masih sekolah dan kuliah, saya termasuk orang yang pelit membeli buku pelajaran. Hahaha.. Eits, saya punya alasan. Saya merasa tidak perlu beli buku pelajaran sekolah sebab usia saya terpaut 5,5 tahun dengan adik saya. Negara kita ini memiliki sistem pendidikan yang ‘unik’, tiap ganti menteri biasanya ganti kurikulum / metode belajar di sekolah. Fakta itu membuat saya merasa tidak perlu membeli buku pelajaran karena adik saya tidak akan menggunakannya juga. Lebih baik saya meminjamnya dengan kakak kelas yang terpaut 1-2 tahun di atas saya. Awalnya saya bisa mengandalkan koneksi teman-teman orangtua saya yang usia anaknya lebih tua. Seiring berjalannya waktu, saya harus bisa mencari “sumber buku” itu sendiri karena orangtua saya semakin sibuk. Nahpedekate digencarkan juga ke senior-senior. Cukup dengan menggunakan empat kata tersebut, ditambah sedikit muka memelas, dijamin senior tergalak dan tersombong sekalipun akan luluh meminjamkan bukunya, hahaha..

Hal serupa juga terjadi ketika saya memasuki dunia kerja, mulai dari freelancepart timefull time, bahkan sampai sekarang. Salah satu mantan boss saya pernah mengatakan bahwa dia lebih suka mencari karyawan yang jujur dan sopan meskipun kurang pintar. Why? Sebab menurutnya orang pintar itu banyak, menjadi orang pintar pun tidak sulit, tetapi menjadi orang yang jujur dan sopan itu sulit dan jumlahnya semakin sedikit saat ini. Mantan boss saya ini termasuk orang yang ditakuti karena galak tetapi beliau akan tersenyum jika mendengar lawan bicaranya mengatakan maaf, permisi, tolong, dan terima kasih.

That’s why, saya beranggapan bahwa kata-kata tersebut adalah kata-kata ajaib. Kalau dipikir-pikir, kata-katanya pendek dan sederhana tetapi sering dilupakan. Seringkali orang merasa gengsi mengucapkannya, merasa kalau pride mereka turun 5 meter setelah mengucapkan kata-kata tersebut. ‘til now, I keep trying hard to implement the words in my daily life.

How about you? Share please, hehe..

Rgds,

Ws 😉

NOTE : Jangan lupa ikutan giveaway ini ya 😀 😀 😀

Advertisements

15 Comments

  1. Yang namanya ngomong “I’m Sorry” itu emang susah banget sih, karena secara sadar kita merendahkan ego kita dan mengaku kita salah. Awalnya gue juga sulit ngomong itu, tapi setelah terbiasa malah jadi biasa aja. Justru kata “I’m sorry” membuat kita jauh lebih human.

    Like

  2. Kalau kata orang, saya terlalu sering minta maaf jadi kadang orang sampai kesal karena permintaan maaf dari saya seolah tidak ada artinya :haha. Iya, kata-kata itu memang ajaib, rasanya ada beban yang lepas kalau kita mengucapkan kata itu pada orang lain. Tapi kita memang musti melatih kata-kata ini terus, soalnya berguna sekali di hubungan interpersonal :)). Terima kasih sudah mengingatkan ya, Mbak.

    Like

  3. Walaupun sulit diucapkan, tapi jika kita mengucapkan MPIT tersebut dengan tulus dan ikhlas, niscaya kita bakal punya banyak teman dan sangat sedikit bahkan nggak akan punya musuh. Kalo ada yg musuhin kita, itu karena mereka iri dengan kita yg punya teman banyak. 😀

    Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s