Cajuput Oil

Senin kemarin, salah seorang teman kost saya yang bernama Mich ditugaskan oleh kantornya untuk dinas ke Makassar selama dua hari. Mendengar kata “Makassar” membuat saya teringat dengan suatu hal : minyak kayu putih! 😀

Saya benaran tidak ingat dengan coto Makassar atau seafood disana, saya hanya ingat minyak kayu putihnya. Haha.. Mich baik hati sekali, dia mau direpotkan oleh saya demi membeli si minyak kayu putih tersebut. Bunch of thanks, Mich 🙂

Sekilas tentang minyak kayu putih ya. Sumber minyak ini adalah pohon kayu putih (gelam). Daun dan ranting tumbuhan ini diekstrak sebagai minyak, biasanya disuling dengan uap. Katanya sih, nama “kayu putih” berasal dari batangnya yang memang berwarna putih. Pulau Buru yang berada di Kepulauan Maluku merupakan pulau penghasil minyak kayu putih terbesar di Indonesia sebab pohon kayu putih disana tumbuh liar tanpa ada yang menanam (how lucky they are!). Jadi selain terkenal sebagai tempat pembuangan tahanan politik di era Orde Baru, pulau ini juga terkenal karena kayu putihnya yang melimpah ruah 🙂

Daun kayu putih (via Google)

Saya pernah beberapa kali dibelikan minyak kayu putih dari Makassar, mostly bentuk botolnya seperti botol Madu Nusantara, dan tutup botolnya berwarna merah. Kali ini, minyak kayu putih yang dibelikan oleh Mich cukup berbeda. Botolnya lebih pendek menyerupai botol MixMax atau San Miguel, dan tutup botolnya berwarna hijau. Awalnya Mich menawarkan dua jenis, yang pertama dengan tutup biru dan yang kedua dengan tutup hijau. Kenapa saya tidak memilih tutup biru? Karena harganya lebih mahal dan kuantitasnya lebih sedikit daripada yang tutup hijau 😛 Selain itu, Mich mengatakan yang tutup biru lebih panas juga daripada yang tutup hijau.

DSC_2994
Minyak kayu putih dari Mich

Saya ini pecinta minyak kayu putih. Dibandingkan dengan minyak telon, minyak tawon, minyak zaitun, minyak angin, minyak nyong-nyong, atau minyak-minyak lainnya ( untuk badan ), saya paling suka dengan minyak kayu putih. Jika merasa ada bagian badan yang gatal atau pegal, saya cukup membalurkan minyak ini. Kalau merasa mual pun saya cukup mencium aromanya. Wanginya itu loh, wuenaaak sekali! Jika saya merasa kurang enak badan, saya akan membalurkan minyak ini ke seluruh tubuh saya sebelum tidur. Pokoke saya lebih memilih untuk lupa membawa lipstick daripada lupa membawa minyak kayu putih kemanapun saya pergi 😛

Saking cintanya dengan minyak ini, saya sampai merelakan waktu mencari botol ukuran kecil yang mudah dibuka ketika harus mengisi ulang minyak ini, dan – tentunya – yang mudah dibawa kemana-mana. Haha..

DSC_3001
Dari kiri ke kanan : minyak kayu putih, hand antiseptic, Zambuk, baby lotion, dan eye tonic

Selain minyak kayu putih, saya kuduharuswajib membawa empat barang lainnya kemanapun saya pergi, yaitu antiseptik tangan dengan cover pinguin, Zambuk, Johnson’s baby lotion, dan Augentonic eye tonic. Hal ini sudah habit dari kecil yang dibawa ke bangku sekolah, diteruskan ke bangku kuliah, dan dilanjutkan sampai saat ini 😀 Btw, saya sering lihat orang-orang menggunakan minyak kayu putih untuk membersihkan handphone dan laptop juga. Apakah kamu salah satunya? Hayo ngaku! Hahaha..

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

15 Comments

    1. Eh iya kelupaan, bisa bersihin tas kulit juga yah, hahaha.
      Beda wangi dan panasnya. Kalau menurut saya, Caplang kurang panas dan kurang wangi, hehehe..

      Like

        1. Berhasil di kulit saya si mba. Cobain saja sekali, siapa tahu berhasil juga, hehe.. Biasanya saya pakai bantuan cotton bud jadi kebersihannya tetap terjaga.

          Like

  1. Halo Wien salam kenal…
    wah aku br tau kalau di Makassar terkenalnya Minyak Kayu Putih..
    berarti ide bagus juga buat nitip kalau ada yg ke Makassar ya ^__^

    Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s