Short Trip to Bogor

Short trip to Bogor kali ini benar-benar tidak direncanakan sebelumnya. Tiba-tiba ada ajakan dari seseorang (sebut saja dia S) mengingat tanggal 1 Mei adalah Mayday alias tanggal merah alias libur nasional, dan – cakepnya – hari libur tersebut jatuh di hari Jumat! So lovely! Hahaha.. Berasa seperti libur panjang yah, padahal liburnya hanya nambah sehari saja 😛 *keepthankful*

Di anggapan beberapa orang, trip ke Bogor mungkin sudah menjadi hal yang sangat biasa dan tidak terlalu “wah”. Teman-teman saya pun seringkali mengatakan “yoh napain kesana lagi? Bogor mah Jakarta maning sekarang”. Pengertian “Jakarta maning” disini mengarah pada kemacetan di jalan-jalan utama kota Bogor, terutama saat weekend atau libur panjang. Apalagi jalan-jalan tersebut semakin disesaki dengan kendaraan plat B, khususnya mobil. That’s why, saya memutuskan untuk tidak menggunakan mobil atau motor di trip kali ini supaya engga kena machet kelesss 😛 Saya memilih menggunakan jasa kereta api commuter Jabodetabek atau yang lebih dikenal dengan nama commuter line (CL). S ternyata setuju dengan ide ini karena kami sama-sama belum pernah naik CL, so capcus deh 😉

Ada cerita cukup lucu ketika kami memilih stasiun asal. Awalnya kami mau berangkat dari Stasiun Kota tapi kami tidak tahu dimana lokasi parkir motornya (beberapa hari setelah itu kami baru tahu letak parkir motor di Stasiun Kota, haha). Akhirnya S memutuskan untuk berangkat dari Stasiun Gambir sebab – menurutnya – lokasi parkir motor disana lebih kondusif dan memadai. Sesampainya di Gambir, petugas loketnya mengatakan kami tidak bisa naik CL ke Bogor dari stasiun tersebut. Kami disarankan naik dari Stasiun Gondangdia atau Juanda. Wokeh, pergilah kami ke Stasiun Gondangdia tapi ternyata tidak ada lokasi parkir motor di stasiun tersebut 😐 Kondisi lingkungan stasiunnya pun kurang bersih sehingga menyurutkan keinginan kami untuk berangkat dari sana. Akhirnya kami pergi lagi ke Stasiun Juanda. Muterin stasiunnya dua kali demi mencari lokasi parkir motor yang ternyata terletak di seberang stasiun. Kesan pertama? Wuih.. lokasi parkirnya luas mamen, stasiunnya juga bersih dan berwarna biru putih, haha.. Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat ke Bogor dari stasiun ini. Cusss….

Untitled
Tiket Harian Berjaminan (THB) tampak depan dan belakang serta resi tiketnya

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membeli tiket CL di loket yang sudah tersedia. Harga tiket per masing-masing orang adalah Rp 5.000,- dengan jaminan kartu sebesar Rp 10.000,- jadi totalnya Rp 15.000,-. Uang jaminan kartu yang sudah dibayarkan dapat diambil kembali dalam waktu maksimal 7 hari setelah tanggal pembelian. Kami diinfokan bahwa CL kami akan tiba dalam waktu 10 menit sehingga kami masih sempat ke toilet sebelum ke peron.

Sesampainya di peron, saya lumayan takjub sebab CL yang ditunggu ternyata tiba tepat waktu sesuai dengan info dari petugas loket dan TV info kedatangan CL. Hal seperti ini kan jarang sekali terjadi di Indonesia 😛 Bersyukur sekali hari itu bukan hari kerja sehingga saya dan S bisa duduk di dalam CL yang kebersihannya cukup dijaga. Katanya teman, kalau naik CL di hari kerja itu ramai nan sumpek. Ada yang punya pengalaman soal ini? 🙂

Perjalanan ke Bogor ditempuh dalam waktu 2 jam sebab CL yang kami naiki sempat tersendat di beberapa stasiun, sebut saja Manggarai, Pasar Minggu, dan Depok. Sekitar pukul 12.00 siang kami baru sampai di Stasiun Bogor yang hari itu ramaiiiii sekali. Sudah ramai dan cuacanya panas, eh ternyata jalan keluar dari stasiunnya itu muter lumayan jauh! Haha.. *okelahbuatsekalianolahraga* To be honest, saya dan S tidak mempunyai tujuan khusus mau kemana atau mau napain di Bogor. Hanya sempat terlintas untuk mampir di Kebun Raya Bogor (KRB) dan Macaroni Panggang. Tapi karena ini tujuannya jalan-jalan, jadi saya dan S memilih untuk jalan sedikit jauh dari stasiun daripada berebutan naik angkot di depan Stasiun Bogor.

Melewati Plaza Kapten Muslihat dan Taman Topi, saya dan S baru naik angkot nomor 02 di seberang sekolah Budi Mulia Bogor dengan tujuan ke KRB. Harga angkot untuk umum Rp 3.500,- per orang, dan ternyata supir angkotnya baik sekali karena kami diturunkan di pintu masuk utama KRB. Sesampainya disana, saya dan S tidak langsung masuk ke KRB melainkan menyeberangi jalan menuju kompleks pertokoan. Why oh why? Well, kami lapar saudara-saudara. Haha.. Niatnya mau makan soto mie tapi hanya ada satu penjual soto mie disana. Yawis, kami memutuskan untuk makan siang dulu disana. Bagaimana rasa soto mienya? So so lah, bukan soto mie mahal tapi rasanya lumayan juga, hanya Rp 12.000,- per mangkuk. Eh, abangnya sopan *nilaiplus*.

Dari soto mie berlanjut ke KRB. Harga tiket masuknya Rp 14.000,- per orang, tapi saya engga sempat foto karena tiketnya keburu disobek oleh staff KRBnya. Kenapa ke KRB? Soalnya S belum pernah ke KRB dan saya baru sekali kesana, itupun waktu masih SD, haha.. By the way, saya hanya mengambil beberapa foto di trip kali ini. No special reason, lagi tidak mau terlalu sibuk dengan gadget saja 😀 *alibi*

DSC_2961

DSC_2953 DSC_2956 DSC_2957 DSC_2963 DSC_2967 DSC_2969

DSC_2960
Kasihan kaktusnya ditulis-tulis seperti ini
DSC_2972
Pig Canary berusia 160 tahun
DSC_2973
Pig Canary berusia 160 tahun

Di KRB, saya dan S berjalan di beberapa lokasi tanpa menaiki mobil wisatanya. Rasanya lebih enak jika menikmati nuansa KRB sambil jalan kaki, apalagi kami berdua menggunakan sepatu. Kami sempat melewati jembatan merah juga, tempat dimana S melakukan sedikit kekonyolan dengan meloncat di atas jembatan sehingga jembatannya agak bergoyang seperti gempa. Tindakan konyolnya itu mampu membuat cukup banyak pengunjung KRB kaget mendadak. Hahaha.. *janganditiruyah*

Setelah merasa cukup puas berjalan di dalam KRB, S mengajak saya ke Supermarket Yogya di seberang KRB demi membeli minuman dingin dan makanan kecil. Cuaca saat itu memang panas sekali, tidak heran jika kami merasa sangat haus. Sebenarnya saya membawa air putih tetapi kami lebih memilih minuman dingin saat itu. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Taman Kencana menggunakan jasa angkot nomor 08A. Tujuan kami selanjutnya – tak lain dan tak bukan – adalah Macaroni Panggang. Haha.. Sepanjang perjalanan, S merasa cukup prihatin melihat banyaknya mobil plat B di jalanan yang kami lalui. Dia merasa sedang berada di Jakarta, bukan di Bogor.

Kondisi serupa pun terjadi di sepanjang jalanan menuju Macaroni Panggang. Jalanan disana disesaki dengan mobil-mobil plat B yang hanya membuat sumpek dan macet. Saya dan S memutuskan untuk turun di depan Alania Chocolava dan melanjutkan perjalanan kami dengan jalan kaki. Wah, Macaroni Panggangnya ramai pisan! Oleh sebab tidak ada tempat duduk kosong, saya dan S memutuskan untuk membeli macaroni take away, tetapi kami harus menunggu 20 menit sampai macaroninya siap. Daripada menunggu 20 menit disana, saya dan S memutuskan ke Apple Pie untuk membeli beberapa pies. Saya sempat membeli chocolate sticks juga untuk teman-teman kost.

DSC_2975
Beef pie, asparagus pie, apple strudel

20 menit berlalu dan macaroni panggang pesanan kami sudah jadi. Setelah membayar di kasir, saya dan S memutuskan untuk duduk di Taman Kencana sambil menghabiskan pies yang kami beli di Apple Pie. Macaroni panggangnya kami bawa pulang ke Jakarta sebagai makan malam, haha. Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, saya dan S memutuskan untuk pulang ke Jakarta.

Kami berjalan lurus dari Taman Kencana ke arah pertigaan untuk menaiki angkot nomor 03 dengan tujuan Stasiun Bogor. Sempat ragu juga apakah jalanan yang kami lewati ini sudah benar, sampai akhirnya kami bertanya ke polisi yang kami temui di tengah jalan, dan ternyata jalanannya sudah benar. Intinya kalau merasa ragu akan sesuatu, jangan ragu untuk bertanya 🙂

Ketika kami tiba di Stasiun Bogor, kondisi sore itu tidak kalah dengan kondisi di siang harinya, tetap-saja-ramai! Ramainya sampai membuat pusing pala barbie untuk cari antrian top-up kartu THBnya karena terdapat cukup banyak loket disana. Harga tiketnya sama, Rp 5.000,- untuk keberangkatan CL dari Bogor ke Jakarta. Nah, kali ini kami menaiki jenis CL yang berbeda dengan pagi hari. Berbeda karena kondisi CLnya lebih bersih dan TVnya benar-benar difungsikan sebagai media iklan dan pemberi informasi. Selain itu, bedanya saya dan S tidak mendapatkan bangku kosong, jadi mau tidak mau kami harus rela berdiri sampai CL tiba di Stasiun Cawang, barulah kami dapat bangku kosong. Haha.. Sayangnya, kata-kata iklan yang digunakan di TV CL tersebut menggunakan bahasa gaul dan cenderung kasar, padahal banyak anak kecil dan remaja yang membaca iklannya.

Di dalam perjalanan menuju Jakarta, hujan deras turun membasahi bumi (cieee).. Bersyukur sekali karena kami bisa jalan-jalan di Bogor tanpa kehujanan, dan lebih bersyukur lagi hujan deras itu berhenti ketika kami sampai di Stasiun Juanda, stasiun tujuan terakhir kami 🙂

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

16 Comments

  1. Saya sehari2nya naik CL dr Buaran ke Sudirman..
    Sempitnya ampun2, sumpek.. dr rumah udh rapih keluar dr CL jd lecek.. tp tetep deh naik CL the best option soalnya Jkt macetnya ampun2. Dijalan bs 3 jam an tp kalau naik CL cuma 1/2 jam kalau lg gak ad gangguan.

    Like

  2. S siapa c wien?! perjelas pewiss *kepo rese, wkwkwkwkwk..

    eniwei gue baru skali ke KRB en itu ga kayak lo wien bisa ngiter2 nikmatin alam, huhuhuhu.. ke KRB buat photoshoot doank (T.T)

    nyokkk rame2 ke Bogor, wiskullllllllllll, nyum nyum nyum..

    Like

    1. Waa, Gang Aut! Saya belum pernah ke sana, nih. Terima kasih infonya :hihi. Saya memang sedang cari daerah yang banyak jual makanan enak di Bogor :hoho.

      Like

  3. Bogor! Saya belum pernah lho Mbak ke makaroni dan pie apel itu. Terima kasih sudah dibahas di sini, jadi Minggu besok saya ada alasan buat ke sana lagi :haha.

    Bogor memang kota yang menyenangkan, sayang, kadang macet di dekat stasiun itu parahnya banget-banget! Dan seumur-umur, angkot yang saya naiki di Bogor itu baru angkot 02 :haha. Kayaknya mesti jelajah angkot di sana nih, sesekali :hehe.

    Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s