Coming Back

Hi people! How is life treating you? Semoga semua pembaca blog saya senantiasa diberkati Tuhan. Amin. Tidak terasa yah, sudah 2 bulan berlalu sejak postingan saya yang terakhir. Saya merasa seperti ‘tidur di alam mimpi yang panjang’, and here I am, saya akhirnya ‘hidup kembali’ di dunia WordPressnya saya 🙂

Saya tidak hanya “tidur panjang” di blog ini. Hal serupa pun saya lakukan di ‘dunia lainnya’ seperti Twitter dan Facebook. Saya hanya muncul sesekali di Instagram. Aktivitas membaca, ikut challenges di BEC, dan surfing di internet pun saya tinggalkan selama kurang lebih 2 bulan ini.

Tepat sehari setelah postingan saya di tanggal 12 Januari 2015, segala sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan/mimpikan/harapkan sebelumnya terjadi secara mendadak tanpa bisa saya tolak maupun saya kontrol. Saat itu, saya benar-benar mengalami kesedihan, kekecewaan, dan rasa sakit yang sangat besar sekali. Tidak ada kata-kata yang mampu deskripsikan rasa sakit itu.

Saya tidak akan menceritakan lebih detail mengenai ‘sesuatu yang terjadi itu’ sebab sifatnya too confidential. Saya hanya ingat, hari-hari selanjutnya terasa begitu berat untuk dijalani. Goncangan yang terjadi saat itu membuat saya tidak bisa tidur, tidak bisa makan, tidak bisa berpikir jernih, tidak mau bertemu orang, dan begitu terpuruk. Alhasil, berat badan saya turun 4 kg dalam waktu kurang dari 2 minggu. Hal yang membuat saya bertahan saat itu adalah kekuatan doa, mama, dan mereka yang saya sebut “sahabat”.

Sewaktu masih duduk di bangku SD-SLTP, saya memiliki hubungan karib dengan seorang biarawati yang pernah mengajar Sekolah Minggu. Beliau bernama Sr. Maria Lorenza, SFIC. Sayangnya hubungan karib kami itu harus terputus sejak beliau ditugaskan ke salah satu pedesaan terpencil di Kalimantan Barat.

Dulu beliau sering mengingatkan saya agar selalu berdoa dengan serius dan selalu berpengharapan dalam iman. Alasan beliau sederhana : “Tuhan tidak pernah bermain-main ketika menciptakan manusia, dan manusia seharusnya tidak main-main ketika berbicara dengan Tuhan”.

Saya berusaha mengingat kata-kata itu sejak diucapkan oleh Sr. Loren. Dengan sisa kekuatan yang saya punya saat itu, saya mendaraskan Doa Rosario berkali-kali sambil menyematkan harapan agar hati saya disembuhkan tanpa menyimpan benci apalagi dendam. Yes, sesederhana itu 🙂

Hari demi hari pun berlalu tetapi saya masih berada di dalam keterpurukan itu. One thing for sure, hidup saya mendadak berubah sangat banyak. Memang benar apa kata orang; manusia dapat berencana, namun Tuhanlah yang menentukan.

Harus diakui, saya sudah tidak sempat berpikir positif bahwa Tuhan memberikan ujian ini sebab saya memang bisa melewatinya. Pikiran saya kosong, hati saya kacau balau, dan saya tidak tahu harus berbuat apa, kecuali satu. Doa.

Hampir setiap waktu mama mengirimkan WhatsApp atau menelepon saya, mengingatkan saya untuk makan teratur, untuk tidak khawatir, tidak lupa berdoa, dan tetap bersyukur. Saya merasa Tuhan sedang menegur saya lewat mama.

To be honest, saya selalu menganggap satu nafas hidup saya adalah mukjizat dari Tuhan sebab nafas tidak dijual dimana pun. Akan tetapi, apa yang terjadi saat itu dan sedang berjalan saat ini sesungguhnya adalah salah satu mukjizat besar dalam hidup saya. Bisa dikatakan Tuhan mengabulkan doa dan harapan saya, malah memberikan hal yang lebih banyak daripada semua itu.

Sewaktu membuat postingan ini, saya benar-benar hanya berharap untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, saya juga menyimpan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih bersyukur. Rasa-rasanya, Tuhan sedang mencoba mengabulkan harapan saya itu melalui semua kejadian ini 🙂

Saya bukan seorang Katolik taat 100% tetapi saya berusaha menjalankan hidup saya sebaik-baiknya. Postingan kali ini sengaja saya buat sebagai wadah untuk sharing sekaligus reminder untuk diri saya sendiri.

Seperti kata mamanya Ci Dewi, “Bersyukurlah kalau lagi senang karena kesenangan yang didapat itu berkat Tuhan. Bersyukur juga kalau lagi susah karena masih disayang Tuhan buat dijadiin orang yang lebih kuat lagi ngejalanin hidup. Tiap masa senang dan susah pasti ada hal-hal yang harus disyukuri dan dipelajari”.

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

4 Comments

  1. my 1st comment on ur blog Win, ahaaayy!!xixixixixixi..
    mau nambahin Filipi 4:6, gue selalu inget juga sama ayat di Yohanes 14:14, selalu sebut nama-NYA dalam doa.
    Tuhan pasti punya rencana indah buat lo Win (everything happen for a reason, right?), mungkin ngejalaninnya berat (ga gampang) tapi percaya there is a rainbow after the rain 😀
    semangattttt ya Win!! u still having us (u know lah sapa aja, hehehehehe) *smooch*

    Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s