BOLA

Sepakbola. Soccer. Who doesn’t know about it?

Jenis olahraga satu ini sudah dikenal sejak jaman Yunani Kuno, disebut dengan Phaininda atau Episkyros. Tetapi FIFA berpendapat bahwa Cuju yang menjadi cikal bakal sepakbola sebab memiliki bukti-bukti ilmiah. Cuju berasal dari China dan dimainkan juga di Jepang, Vietnam, serta Korea. Buat yang pernah nonton Red Cliff dari awal sampai habis pasti tahu Cuju itu seperti apa 🙂

Sepakbola sendiri sudah dimainkan lebih dari 250 juta orang di 200 negara, dan bisa dimainkan oleh siapa saja, baik kaum pria maupun wanita. Olahraga ini pun dapat dimainkan di mana saja, baik di lapangan rumput asli, lapangan rumput sintesis, halaman sekolah, ataupun di gang kecil depan rumah.

Asal jangan main di dalam rumah saja, nanti vas bunga mamamu pecah, hehe. Inti dari permainan ini hanya satu, yakni mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan tanpa banyak hukuman.

Nah, saya ini termasuk salah satu penggila sepakbola, dan hal ini yang seringkali ditanyakan oleh teman-teman (wanita) saya : “Kenapa kamu suka sepakbola, Wien? Saya tuh bingung loh, 20 orang kejar 1 bola, buat apa coba? Kamu kan engga bisa main bola, jadi kamu sebenarnya nonton pertandingannya atau lihatin pemain-pemainnya?

Saya memang tidak bisa bermain sepakbola, tidak pernah masuk team manapun juga, tapi saya memang suka menonton pertandingan sepakbola. Kalau dirunut dari kebiasaan di keluarga besar, hanya ada satu anggota keluarga saya yang menggemari sepakbola. Bukan papa saya, bukan adik saya, tapi paman saya 😀

Waktu masih SMP, saya pernah didaftarkan ke kursus basket di kota saya, tapi saya selalu mengikutinya dengan setengah hati, dan selalu berusaha untuk bolos. As time goes fly, saya semakin yakin bahwa suatu hal yang dilakukan dengan terpaksa tidak akan memiliki hasil dan dampak yang baik. Akhirnya, saya keluar dari kursus itu.

Demi menonton pertandingan sepakbola, Wiwien kecil sudah pandai ‘diam-diam ngendap’ keluar dari kamarnya di tengah malam, dan Wiwien kecil pasti dijewer serta diomelin mamanya kalau sampai (ketahuan) melakukan hal tersebut, hahaha..

Kebiasaan tersebut berlanjut sampai tingkat SLTA dan kuliah, tapi tentunya tanpa jeweran dan omelan lagi, dengan catatan saya bisa bertanggungjawab dengan nilai-nilai di rapor dan KHS saya.

Sebenarnya dunia sepakbola itu menyimpan begitu banyak hal yang bisa kita pelajari. Dalam sepakbola, 11 orang pemain dituntut untuk dapat menjalankan strategi yang sudah ditetapkan oleh pelatih demi menciptakan peluang gol ke gawang lawan.

11 orang pemain tersebut harus memiliki komunikasi yang baik, harus mampu bekerjasama tanpa mendulukan ego, serta harus bisa membela sesama teman di 1 team.

Seorang wasit sepakbola pun memiliki andil yang besar untuk memberikan reward and punishment seadil-adilnya untuk 22 orang pemain di 1 lapangan. Wasit tersebut dituntut untuk menjalankan pertandingan tanpa melakukan hal curang. Di sisi lain, seorang kapten team pun harus mampu menjadi leader yang baik untuk 10 orang teman-temannya.

Sepakbola pun mengajarkan kita untuk selalu bersikap professional dengan teman kita yang mungkin saja menjadi lawan kita. Mungkin si A dan si B merupakan pemain nasional di negara mereka, namun keduanya mungkin memiliki klubnya sendiri, dan tidak tertutup kemungkinan mereka dapat bertemu dalam satu pertandingan yang sama. Professionalitas, kebesaran hati, dan bersikap tidak sombong / tidak memandang rendah orang lain diajarkan disini.

Metode pelatihan, strategi pertandingan, dan cara komunikasi seorang pelatih kepada anak asuhnya pun diajarkan di sepakbola. Pelatih harus mampu menjadi ‘ayah’ yang bijak dan ‘teman’ yang terbuka untuk semua anak asuhnya, tanpa pilah pilih. Pelatih harus mampu menjadi orang yang diandalkan oleh anak asuhnya.

Siapa favoritnya saya di dunia sepakbola? Hmm… Ada beberapa. Untuk segi wasit, saya suka Pierluigi Collina. Untuk segi national team, saya suka dengan Jerman (DFB). Untuk segi team, saya suka dengan Manchester United. Untuk segi pelatih, saya suka dengan Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho. Untuk segi pemain, saya sukanya dengan Miroslav Klose dan Manuel Neuer 😀

Untitled
“Neuer” for my Germany’s 2014 home jersey and “Klose” for my Germany’s 2014 away jersey

Oya satu lagi, dalam dunia sepakbola dikenal sebuah istilah : Form is temporary but class is permanentIt’s a simple philosophy but it has a deep meaning 🙂

To be honest, saya masih merasa sedih dan miris dengan kondisi sepakbola Indonesia, mulai dari kasus sepakbola gajah, telatnya pembayaran gaji pemain, sampai pada prestasi yang semakin menurun dari tahun ke tahun.

Ketika saya membuat post ini, Indonesia menempati ranking ke-159 dari 209 negara di FIFA. Bayangkan coba, 159 dari 209! Tapi saya masih menyimpan harapan agar Menpora era Jokowi mampu menyelesaikan segala bentuk permasalahan sepakbola tanah air, dan masih menyimpan harapan agar ranking ke-159 tersebut dapat berubah menjadi ke-1, ke-15, ke-9, atau ke-59 juga tidak apa-apa deh, walaupun entah kapan hal tersebut menjadi kenyataan….

Untitled
Left to right = Manchester United’s home jackets, three years in row (2012, 2013, 2014). Although the 2012’s zipper has been replaced with the new ones (it was damaged) and the 2013’s back is flawed because of an accident that I had in few months ago, I keep wear it everyday. It’s all because I’m proud to be the #MUFC

Jadi ada yang mau nobar dengan saya? *ngarep* hahaha..

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s