Lelaki Ganteng

Jika sedang berkumpul dengan teman, apa yang menjadi topik pembicaraan kalian?

Kalau berkumpul dengan teman-teman pria, topik pembicaraan saya dan mereka tidak jauh dari “lu kerja dimana sekarang?” atau “kapan lu mau married?”. Maklum, teman-teman pria saya masih banyak yang single. Lain halnya jika berkumpul dengan teman-teman wanita, topik pembicaraan tidak jauh dari “cowo itu ganteng benar yah, tajir lagi” atau “eh, suaminya si A begini loh, si B sudah punya 2 anak loh”, and et cetera et cetera et cetera… That’s why, I prefer to make friends with men to women, haha. And post’s idea kali ini muncul dari pembicaraan dengan teman-teman wanita, yaitu tentang “lelaki ganteng (nan tajir)“. No offense yaaa 😀

clooney
Lelaki ganteng nomor satu, George Clooney (via google)

neuer
Lelaki ganteng nomor dua, Manuel Neuer (via google)
bale
Lelaki ganteng nomor tiga, Christian Bale (via google)
klose
Lelaki ganteng nomor empat, Miroslav Klose (via google)

Sewaktu (alm) kakek saya masih hidup, beliau cukup sering berpesan seperti ini : “Min chue sioseng ang, sioseng boi cak si. Chue ang yang lat co khang khue, siok Thikong, siok pebou, siok le, siok kia“, yang kalau diterjemahkan seperti ini : “Tidak perlu mencari suami ganteng, ganteng tidak dibawa (sampai) mati. Cari suami yang rajin bekerja, sayang Tuhan, sayang orangtua, sayang kamu, sayang anak”.

Untuk sebagian besar teman-teman wanita saya, mencari suami yang ganteng (dan tajir) adalah sebuah kewajiban supaya tidak malu jika si suami diperkenalkan ke keluarga besar atau orang lain, dan supaya mempunyai keturunan yang rupawan juga. Poin plus jika si suami berbadan tinggi, perut sixpack, dan gelar kuliahnya banyak.

How about meWell, karena sudah ‘didoktrin’ si (alm) kakek seperti itu, saya juga tumbuh dengan mindset seperti itu. Lagipula, saya sudah melihat pengalaman banyak orang yang memiliki suami ganteng tapi berbuntut dengan KDRT / perceraian. Apalagi ditambah dengan kata-katanya si mami sedari dulu, “percuma punya suami ganteng kalau sifatnya buruk” 🙂

Terlepas dari hal tersebut, saya tetap menganggap kalau kegantengan seorang pria itu cukup penting. Ya iyalah penting, penting buat cuci mata. Hahaha… But that’s true! Di jaman serba canggih seperti saat ini, kita akan semakin sulit menemukan “lelaki ganteng” di sekitar kita, lelaki yang tampang, sifat, dan sikapnya benar-benar maskulin. Saya sengaja menggunakan kata “lelaki” disini karena kata “pria” (entah kenapa) semakin sering diplesetin menjadi “priya” dan memiliki makna negatif.

Seperti yang saya ketik di atas, bagi saya “lelaki ganteng” itu cowo yang memiliki tampang, sifat, dan sikap yang maskulin. Kenapa begitu? Soalnya sekarang ini banyak sekali yang berparas maskulin tapi sifat dan sikapnya engga maskulin, jadi (bagi saya) kurang cocok disebut “lelaki” 😛 Saya masih menganggap bahwa “lelaki ganteng” itu memiliki wajah yang (benaran) laki-laki (dan engga dimakeupin), matanya bagus, postur tubuh tinggi dengan bahu bidang, engga perlu sixpack tapi engga buncit banget, jalannya tegap, cara dan nada bicaranya memang laki-laki, dan tidak mengenakan pakaian berwarna pastel. Too physical sekali yah, tapi seperti yang saya ketik di awal, semua ini penting untuk cuci mata, hahaha. But to be honest, saya agak geli kalau melihat cowo mengenakan pakaian berwarna pastel atau yang motifnya ramai. Forgive me 😀

Sebenarnya definisi ganteng memang relatif untuk setiap orang. Mungkin ada wanita yang menganggap kalau cowo Korea itu ganteng, cowo berkulit cokelat itu ganteng, cowo bule itu ganteng, dan sebagainya. Tapi agak sedikit ngenes juga kalau melihat cowo jaman sekarang banyak yang metroseksual. Saya engga mendiskreditkan tipe cowo seperti itu, cuma merasa ngenes saja karena mata saya kan perlu dicuci juga dengan objek yang disebut “lelaki ganteng” 😀 😀 😀

What’s your opinion about “lelaki ganteng”?

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

8 Comments

    1. Ahahahaha.. Aku suka banget sama DFB. Kamu juga yah? 🙂
      Maaf ga ada Schweinie, Gomez, Reus, Loew karena aku sudah terlanjur cinta dengan Klose dan Neuer 😛

      Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s