meNYEPI di BALI ( 5 )

March 31, 2014

Firstly and foremost, Selamat Hari Raya Nyepi 1936 🙂

100_1612
Foto diambil di depan Restoran Melasti, Jimbaran

Menyadari bahwa hari ini adalah hari Nyepi, saya dan para partner-in-crime tidak berniat untuk bangun sepagi hari-hari sebelumnya. Namun, menyadari bahwa perut ini sudah lapar, jadilah kami ke restoran hotel hanya dengan modal baju di badan, gigi yang sudah disikat bersih, muka yang sudah dibasuh dengan air, rambut yang sudah disisir, dan sandal (kami engga jorok kog, kami hanya malas mandi, I will tell you why 😀

Buju buneng, restorannya ramai banget! Mau duduk dimana? Mau makan apa? >_<

Selesai menyantap roti dan buah, saya tidak ingin langsung kembali ke kamar. Iseng ke lobby, saya menemukan kertas ini

100_2133

Apa akibatnya jika saya keluar dari hotel? Well, saya mungkin akan bertemu dan ditegur oleh para pecalang yang memang bertugas untuk menjaga acara ritual di Bali. Petugas hotel mengatakan bahwa pecalang berada di setiap sudut jalan-jalan Bali, dan ada hukumnya untuk orang-orang yang berkeliaran di hari Nyepi. See? Gimana saya engga semakin salut sama Bali? 🙂

Apa saya menyesal berada di Bali ketika hari Nyepi? Mungkin orang lain akan menyesal berada di Bali ketika hari Nyepi karena tidak bisa kemana-mana, hanya bisa stay di hotel, bahkan tidak bisa menonton tv karena semua channel dimatikan. Bandara dan pelabuhan tutup. Pantai, pubs, toko-toko, mini market, dan restoran pun tutup semua. Tapi saya tidak menyesal. Sama sekali tidak. Saya malahan memiliki rencana untuk balik ke Bali di saat hari Nyepi atau hari Galungan 🙂

Kog tidak menyesal? Well, karena saya bisa melihat Bali dari sisi lainnya. Saya bisa melihat parade upacara Melasti, saya bisa melihat kesibukan penduduk Bali dalam menyiapkan upacara menjelang Nyepi, saya bisa melihat kesibukan penduduk Bali dalam membuat ogoh-ogoh, bahkan saya bisa melihat event ogoh-ogohnya secara langsung. Oya, satu hal lagi, saya juga bisa menikmati langit malam Bali yang dipenuhi bintang (sebuah hal yang sudah sulit ditemukan di Jakarta), and there was Milky Way! Saya engga bercanda loh, benaran ada. Partner-in-crime saya juga melihat itu, dan teman saya yang lagi hunemun di daerah Badung pun melihatnya. Oh, thanks God 🙂

Nyepi 2014 Bali
What a beautiful night, one day before Nyepi Day

Lantas apa yang kamu lakukan? Saya menghabiskan cukup banyak waktu saya untuk berenang di kolam renang hotel. Di hotel ini terdapat ruang fitness juga, tapi saya kurang tertarik, hehe.. Puas berenang lama, saya kembali ke kamar untuk mandi, mendengarkan musik, tidur-tiduran, ngobrol, bercanda, main game. 

Ada kalanya kita memang harus melewatkan hari-hari dalam hidup seperti ini 🙂

Foto ini diambil dari Mbah Gugel, tapi aslinya mirip 100% seperti ini
Foto ini diambil dari Mbah Gugel, tapi aslinya mirip 100% seperti ini

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

3 Comments

  1. Dalam Nyepi, kita diajar untuk menghargai arti kebebasan dalam keterkungkungan :hehe.
    Bagus euy bintangnya! Jelas banget milky way-nya itu…. Mudah-mudahan nanti pas pulang, milky way sedemikian masih bisa dilihat :)).
    Great post!

    Like

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s