meNYEPI di BALI ( 1 )

March 27, 2014.

Jreng jreeng jreeeeng… Ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Akhirnya, setelah penantian (panjang) selama beberapa tahun, I can make it too! 

Doa sebelum berangkat : semoga segala sesuatu yang sudah disiapkan dari jauh-jauh hari berjalan lancar seperti seharusnya ( baca disini )

Terminal III Soetta
Terminal III Soetta

Tiba di bandara,saya check-in di terminal 3. Saya selalu terkesima melihat layout di terminal ini. Di dalam hati, saya berharap agar pemerintah yang baru nanti terketuk hatinya untuk membenahi bandara di setiap provinsi.

Bagaimanapun juga, bandara adalah cermin dari setiap negara, ‘muka’ pertama yang dilihat oleh para pendatang dari negara lain. First impression is always important, isn’t it?

Well anyway, in my previous blog, I stated that I have 3 partner-in-crime. Unfortunately, one of them can’t make it with us. Dia harus menyiapkan rencana pernikahannya, and for that reason, we wish you the happiest ones, Wil 🙂 Tapi tentunya perjalanan ini tidak hanya bertiga saja karena ada beberapa teman saya yang ikutan nyusul ke Bali, hanya saja jadwal dan tempat tinggal mereka berbeda dengan saya.

Kami menempuh penerbangan kurang lebih 2 jam, dan saya menghabiskan setengah dari waktu tersebut dengan bobo alias tidur. (FYI, saya ini orangnya gampang tidur dimana saja dan kapan saja :D) Dua partner-in-crime saya sibuk dengan iPad dan iPhonenya (tapi hanya sebentar, habis itu mereka berdua sleeping beauty juga :D).

Sebelum tidur, saya sempat mengambil beberapa foto karena saya suka sekali dengan langit dan awan, dan saya selalu menggunakan kesempatan di dalam pesawat untuk mengambil objek tersebut. Forgive me. Haha..

outside the plexiglass
Outside the plexiglass
outside the plexiglass
Outside the plexiglass
do you see something?
Do you see something?

Dari semua foto yang saya ambil, saya paling suka dengan foto ini

hi aunty, am i cute?
Hi aunty, am i cute?

Serius pakai banget, si anak ini lucuuu banget, tiba-tiba ngintipin saya yang duduk 2 rows di belakangnya, dan tiba-tiba tertawa seperti itu.

Landing ding ding ding
Landing ding ding ding

Overall, penerbangannya oke, take-off dan landingnya sempurna, no turbulence too. Ini pengalaman pertama saya naik Tiger Air Mandala. Pilot-copilot-pramugarinya juga ramah-ramah, cuaca juga cerah sekali, dan rasanya saya memang harus pindah ke Bali (halah, terlalu banyak mimpi ni kamu)

Turun dari pesawat, saya sempat envy, lagi-lagi dengan layout bandara, and kali ini Ngurah Rai. Walaupun ada beberapa bagian yang sedang direnovasi, tapi bandara ini benar-benar dijaga dari segi penampilan, tata ruang, keindahan, dan kebersihannya. Envy donk, soalnya bandara di hometown saya (hayo tebak dimana) engga begitu. Kapan ya konsep seperti ini dilakukan di bandara provinsi lain? *ngarep.com*

Saya dan 2 partner-in-crime dijemput oleh driver dari hotel Aroma bernama Pak Gin. Saya manggilnya ‘pak’ karena ybs bukan orang asli Bali. Beliau pendatang dari pulau Jawa dan baru stayed di Bali beberapa bulan. Ditanyain lapar atau engga, kami jawabnya engga, soalnya memang belum terlalu lapar.

And based on the itinerary, we went to Joger. Kenapa langsung ke Joger? Karena takut engga ada waktu untuk kesana di hari lainnya, dan saya juga engga bawa topi yang cukup diperlukan di Bali.

kolam ikan di Joger
Kolam ikan di joger

Lepas dari Joger, kami diantar ke hotel. Ternyata sodara-sodara, hotelnya berada di dalam gang/jalan kecil di Legian, tapi hanya 1 meteran dari jalan raya, jadi benar-benar dekat kalau mau ke Legiannya. Karena letaknya di kawasan Legian, jadi nuansanya benar-benar ‘hidup’. Deretan toko, restoran, minimarket, pubsshisha, salon, apotik memenuhi kawasan sekitar hotel tsb. Salah satu partner-in-crime saya mengatakan bahwa lokasi hotelnya mantap karena dekat dengan apa saja, tidak seperti pengalamannya dulu.

Karena kami tiba di atas jam 6 pm, kami diarahkan untuk makan malam setelah minum welcome drink yang sudah disediakan oleh pihak hotel. Tentunya kami diarahkan ke kamar dulu untuk taruh ransel-ransel (lagi engga backpack kan ya?), and lagi-lagi sodara-sodara, ternyata foto di mbah Gugel (disini) itu benar adanya.

Suprisenya, kita dapat tipe kamar apartemen! Two bedrooms, a living room, a dining table, full furnished kitchen set and refrigerator, a toilet with shower (sayang engga ada bathtub 😀), sofa, air conditionings, balcony overlooks garden and swimming pool!

bedroom 1
Bedroom 1
bedroom 2
Bedroom 2
kitchen set, refrigerator, dining table, sofa, living room
Kitchen set, refrigerator, dining table, sofa, living room (abaikan kantong-kantong plastik itu)
balcony (night view)
Balcony (night view)
garden and swimming pool (night view)
Garden and swimming pool (night view)

Sesampainya di restoran, saya dan partner-in-crime sempat ‘keder’ karena engga ada tamu lain di restoran tsb. Saya berusaha positive thinking, mungkin semua tamu sudah selesai makan, mungkin kami yang (terlalu) telat, atau mungkin tamu lagi jalan-jalan di luar sana. Yawislah, cacing dalam perut sudah mulai nabuh genderang. Jadi, apa saja menu makan malamnya?

appetizer
Appetizer
main course
Main course (ayam gorengnya gede banget ya)
desert
Dessert

Menu makan malamnya mungkin sederhana seperti di rumah, tapi saya senang dengan menu seperti itu karena makanannya (moga-moga) sehat dan rasanya pas di lidah. Oya, waiternya baik pisan, cyinnn.. Saya lupa namanya siapa, ingatnya ‘Bli’ saja, tapi orangnya baik dan ramah sekali. Sambil antar makanan sambil ngobrol sama kita. Mungkin ini sisi baiknya kalau restoran sudah sepi dan tidak ada tamu selain kami.

Selesai makan, saatnya bobo. Engga donkk, saatnya jalan-jalan donk. Uda jauh-jauh ke Bali, masa kerjaannya bobo melulu, malu sama bantal atuh. Haha… Karena jam pemakaian mobil hotel sudah lewat dari jadwal, jadi saya dan partner-in-crime jalan kaki di seputaran Legian. Saya senang jalan kaki disini, engga perlu masker atau jaket. Haha..

Bukan karena banyaknya bule yang berseliweran dimana-mana, tapi karena udaranya segar sekali, hampir tidak ada polusi, dan teratur. Coba kalau di Jakarta, baru jalan kaki sebentaran saja sudah berasa panas, pegal, cape, dan kesal karena bisa jadi korban pengendara motor atau mobil.

So baby, are you ready for the holiday? Yes, I’m ready! 😀

Rgds,

Ws 😉

Advertisements

Thank you for your comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s